
Hyundai IONIQ 5 sedang mengisi daya listrik di SPKLU Rest Area 130 Cipali, Jawa Barat. (Bintang Pradewo/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Mudik lebaran pulang kampung pakai mobil listrik? Kenapa tidak. Saat ini cukup banyak pilihan merek dan model dari jenis kendaraan listrik, dan masing-masing mempunyai kapasitas baterai maupun penumpang yang berbeda.
Artinya mobil listrik mempunyai daya jelajah yang terbatas dan membutuhkan waktu lebih lama dalam pengisian ulang baterainya. Hal ini yang harus diperhitungkan pemilik mobil bila akan berencana digunakan untuk mudik Lebaran dengan jarak yang jauh.
Menurut Head of Aftersales Services PT Hyundai Motors Indonesia, Haris Wiyono, pengguna harus memperhatikan betul kemampuan jangkau kendaraannya. Sehingga, mengurangi risiko baterry low dalam perjalanan.
"Pastinya kan kita harus planning perjalanan dulu. Kita harus tahu di mana titik-titik ada pengisian SPKLU (charger mobil listrik) terlebih dahulu. Pertimbangan berikutnya adalah waktu pengisian daya," ujarnya beberapa waktu lalu di Jakarta (25/3).
Haris mengatakan, mobil listrik bisa saja digunakan oleh pemiliknya mudik lebaran dengan memperhatikan titik lokasi charger mobil listrik, serta kondisi kepadatan lalu lintas. Apalagi saat ini sudah banyak tersedia fasilitas pengisian daya listrik umum.
"Sepanjang jalur tol kan ada sudah banyak sekarang SPKLU. Kapasitasnya yang fast charging juga cukup banyak. Pastinya sih kalau antri, bisa coba mencapai SPKLU terderkat," paparnya.
Perlu Menjadi Perhatian Pemilik Mobil Listrik
Jumlah SPKLU di rest area jalan tol jumlahnya terbatas, maka calon pemudik yang berencana mobil listrik sangat disarankan menghitung efektivitas dengan mempertimbangkan maksimal istirahat di rest area maksimal cuma 30 menit.
Maka sebelum mudik sebaiknya dipertimbangkan lebih dulu ingin menggunakan mobil listrik atau konvensional. Pasalnya untuk mengisi bahan bakar mobil konvensional hanya perlu sekitar beberapa menit, yang perlu jadi perhatian adalah tingkat kepadatan di rest area serta antrean di SPBU yang kemungkinan besar ramai saat mudik.
Sedangkan untuk mobil listrik pengecasan model standar di SPKLU diperkirakan butuh waktu lebih dari satu jam. Namun untuk model fast charging bisa kurang dari satu jam.
Seperti diketahui, jumlah titik pengecasan di SPKLU juga terbatas, sangat dimungkinkan antrean memakan waktu hingga berjam-jam.
PLN mengklaim Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tersedia setiap 71 kilometer di Jalan Tol Trans Jawa, yang merupakan salah satu akses krusial saat momen mudik nanti.
Namun untuk kalau di Sumatera 120 km, Kalimantan 91 km, Bali 28 km.
Sebagai informasi, di ruas jalan tol Semarang-Batang sepanjang 75 kilometer ada dua tempat istirahat yang terpasang SPKLU, di KM 379A dari arah barat ke timur dan KM 389B di jalur timur ke barat.
Perlu menjadi perhatian bagi masyarakat, seperti tahun sebelumnya selama penyelenggaraan arus mudik dan balik lebaran 2024 ada aturan maksimal 30 menit berada di rest area. Hal ini bisa jadi dilema buat pengguna mobil listrik yang ingin ngecas di SPKLU.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
