Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 November 2022 | 18.11 WIB

Tips Mengemudi Mobil Jarak Jauh Agar Terhindar dari Kecelakaan

Foto: Ilustrasi: Kelelahan saat mengemudi kerap jadi faktor utama penyebab celaka. (Insurance Journal). - Image

Foto: Ilustrasi: Kelelahan saat mengemudi kerap jadi faktor utama penyebab celaka. (Insurance Journal).

JawaPos.com - Bepergian jauh menggunakan mobil pribadi memang mengasyikkan. Selain karena bisa satu moda dengan keluarga atau orang terkasih, alasan mobil pribadi kerap digunakan untuk bepergian jauh juga karena kepraktisan.

Dengan mobil sendiri, di kota tujuan, kita tidak perlu lagi repot memikirkan moda selanjutnya. Begitu juga saat kita ingin pindah dari satu destinasi wisata ke destinasi lainnya. Tinggal isi bensin, gas kemana hati menghendaki.

Meski praktis, bepergian jauh dengan mobil pribadi terlebih mengemudi seorang diri perlu memperhatikan beberapa hal. Sony Susmana selaku Senior Instructure Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) membagikan beberapa tips yang bisa jadi pedoman sebelum memutuskan ingin mengemudi jauh. Terlebih saat melewati ruas jalan tol.

Sony mengatakan kondisi dan medan jalan tol memiliki karakteristik yang berbeda dengan jalanan dalam perkotaan. Jalan tol memiliki medan halus, relatif panjang dan tidak berliku, sehingga cenderung ‘memancing’ pengendara untuk tancap gas tanpa menghiraukan batas kecepatan kendaraan.

Sony memaparkan pentingnya melakukan tiga persiapan sebelum memasuki jalan tol, yakni pertama persiapan fisik pengemudi, dimana pengemudi harus tidur cukup minimal tujuh jam sebelum berkendara untuk meminimalisir kelelahan saat di jalan tol.

"Kedua, pengecekan mobil untuk kelayakan berkendara jarak jauh, seperti pengecekan tekanan angin, ketebalan ban, kondisi mesin, dan hal penting lainnya. Ketiga, pemilihan rute dan waktu keberangkatan, karena berkendara siang atau malam, memiliki kondisi tantangan yang berbeda bagi pengendara," kata Sony di sela-sela acara Daihatsu.

Selanjutnya, ketika berkendara, beberapa aspek lain terkait keselamatan di jalan tol juga perlu diperhatikan mulai dari batas kecepatan, etika menggunakan lajur kanan dan lajur kiri, menjaga jarak aman, dan keharusan beristirahat setelah berkendara selama tiga jam.

Ketika beristirahat di fasilitas rest area di jalan tol, pengendara juga dapat melakukan senam ringan agar dapat menyegarkan otot, syaraf dan otak, sehingga peredaran darah dan oksigen lancar kembali guna melanjutkan perjalanan dengan kondisi fisik optimal.

Selain itu, pengguna jalan tol juga sering dihadapi dengan kondisi aquaplaning ketika sedang terjadi hujan lebat. Pengemudi tetap fokus dan dapat mengurangi kecepatan saat hujan turun serta mengambil lajur kiri dengan kecepatan konstan maksimal 60 km/jam.

"Untuk membantu visibilitas, nyalakan lampu senja/lampu kabut dan hindari menyalakan hazard. Apabila terlanjur mengalami selip karena kondisi aquaplanning, usahakan melakukan counter steer dengan mengarahkan ke depan/ke tujuan, serta melepas kaki dari pedal gas dan tidak menginjak pedal rem, guna menghindari selip berlebih yang juga bisa berdampak pada kendaraan terguling," papar Sony.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore