
Ilustrasi: Teknologi mobil pintar.
JawaPos.com - Baidu, yang sering disebut sebagai "Google-nya Tiongkok", dan raksasa teknologi Huawei, bekerja sama dalam kemitraan yang merupakan terobosan baru. Duo raksasa teknologi Tiongkok ini menandatangani perjanjian kerja sama yang berjanji untuk membentuk kembali lanskap navigasi, Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), dan teknologi kokpit pintar.
Dilansir dari ArenaEV, General Manager divisi Huawei Jin Yongfu dan Wakil Presiden Baidu Shang Guobin, menghadiri acara penandatanganan resmi tersebut belum lama ini dan semakin menambah bobot langkah strategis ini. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan navigasi dan pengalaman perjalanan dengan mengintegrasikan fitur-fitur Baidu Maps yang luas ke dalam teknologi kokpit pintar Huawei dan hal ini tentunya akan mempengaruhi masa depan kendaraan yang terhubung dengan cerdas.
Daftar fitur Baidu Maps yang hadir di lingkungan Huawei cukup lengkap, misalnya interaksi suara adegan penuh, navigasi tingkat jalur, tampilan informasi navigasi instrumen atau Head-Up Display (HUD), paket suara navigasi yang dipersonalisasi, navigasi parkir real-time , dan konektivitas mobil-ke-mobil.
Baidu Maps juga menghadirkan beberapa fitur menarik, seperti hitungan mundur lampu lalu lintas. Hal ini tidak jauh berbeda dengan apa yang telah ditawarkan Audi pada mobilnya selama bertahun-tahun – sebuah perangkat lunak pintar yang terhubung ke lampu lalu lintas dan memungkinkan pengemudi untuk mengendarai “gelombang hijau”.
Sistem Baidu tampaknya sudah mencakup 3.000 wilayah di seluruh Tiongkok dan menambahkan navigasi parkir real-time yang mencakup jutaan tempat parkir. Pada akhirnya, layanan peta ini akan diterapkan pada kendaraan yang dilengkapi dengan kokpit pintar Huawei, dan pengalaman Baidu dengan taksi tanpa pengemudi melalui proyek Apollo di Beijing disebut akan berguna dalam kolaborasi tersebut.
Kemitraan antara Huawei dan Baidu menjawab tantangan sistem dalam mobil dan integrasi navigasi. Kedua perusahaan menjanjikan pengalaman pengguna yang lebih mudah dan cerdas, namun seperti biasa, realisasi dan kesuksesan aplikasinya masih harus dinantikan lebih lanjut.
Diketahui juga, banyak produsen mobil yang mungkin ikut-ikutan mengadopsi teknologi Huawei dan Baidu, namun BYD, produsen mobil terkemuka di Tiongkok, telah memilih untuk mengambil jalurnya sendiri. BYD mengandalkan tim penelitian dan pengembangannya sendiri dan bahkan menolak menggunakan teknologi mengemudi otonom Baidu.
Tampaknya industri otomotif Tiongkok sedang menuju pasar dengan dua pemain – yang satu menggunakan solusi Huawei dan Baidu, dan yang lainnya tetap berpegang pada teknologi BYD.
Baidu bukan satu-satunya perusahaan di bidang ini, pesaing seperti Amap milik Alibaba masih aktif, namun Baidu memiliki keunggulan signifikan dalam akumulasi data dan optimalisasi algoritma. Perusahaan ini memang menjadi yang terdepan, bahkan ketika mereka bekerja sama dengan Huawei untuk mengikuti tren yang terus berubah.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
