
Ilustrasi: Atlet Paralympic, Muhammad Fadli Immammudin membagikan kiat sukses jadi pembalap. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com – Memacu kendaraan baik roda dua ataupun roda empat pada kecepatan tinggi tentu bukanlah perkara mudah. Apalagi jika dituntut menang dalam sebuah kompetisi balap. Di balik kemudi motor atau mobil yang melaju cepat itu, tentu membutuhkan perjuangan keras. Atlet Paralympic, Muhammad Fadli Immammudin atau lebih dikenal sebagai M Fadli membagikan kisahnya.
Bagi kamu yang bercita-cita menjadi seorang pembalap profesional, ada beberapa kiat yang harus diperhatikan. M Fadli menuturkan, kunci sukses yang pertama adalah mental dan keberanian sekuat baja. “Memulai balap yang penting memiliki mental dan keberanian,” tutur Fadli kepada JawaPos.com baru-baru ini.
Tidak hanya itu, tujuan serta harapan juga penting. “Jangan memikirkan hal-hal yang terlalu tinggi dulu, pikirkan tujuan yang masuk. Punya niat buat balap misalnya. Lakukan dari yang paling kecil, nggak perlu langsung tinggi atau dengan kendaraan mahal misalnya,” imbuh Fadli.
Memulai karir balap lekat dengan stigma ‘mahal’. Fadli tak memungkiri hal itu. Namun, baginya, mencoba memulai karir balap bagi siapa pun bisa disiasati dengan hal-hal yang ‘dari bawah dulu’. Fadli menekankan kembali bahwa balap bisa dilakukan dengan modal yang tidak terlalu besar, yakni dengan tidak memikirkan hal-hal yang tinggi dulu.
“Kalau punya yang mahal syukur, tapi kalau nggak ya nggak perlu dipaksakan. Mulai aja dari yang kamu punya dulu. Dulu misalnya saya mulai turun balap dengan Vespa tahun 70 di tahun 2001, saya berpikir bagaimana caranya saya tetap kompetitif dengan Vespa. Ya, sudah saya turun balap dengan Vespa,” kisah Fadli.
Meski menggunakan Vespa tua, Fadli menyebut dengan usaha dan kerja kerasnya berlatih, dirinya tetap bisa berprestasi dengan naik podium (juara). “Nanti kalau ada rezeki beli motor yang lebih, motor sport, pelan-pelan ditingkatkan dengan latihan yang tekun,” sebut Fadli.
Photo
Muhammad Fadli Imammuddin alias M Fadli saat memacu sepedanya di arena balap (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Yang juga penting bagi kamu yang ingin mulai turun balap sebagai privateer (non-sponsor) atau dengan modal sendiri, menurut Fadli, adalah kamu harus memiliki target. Mental sudah, keberanian sudah, selanjutnya adalah target.
“Harus punya target juga. Kalau satu tahun modal sendiri, tanamkan mindset di tahun berikutnya harus punya sponsor. Punya sponsor ya nggak gampang, harus berprestasi baru kemudian sponsor bisa datang,” terang Fadli.
Menurut Fadli, olahraga yang mahal itu tergantung tingkatan. “Balap sebagai olahraga mahal? Pasti, tapi ya itu tadi, sesuaikan dengan levelnya. Jangan tiba-tiba langsung punya goal yang ketinggian. Misalnya saja di level Kejuaraan Daerah (Kejurda) itu nggak terlalu mahal. Fokus dulu di situ, nanti pelan-pelan naik level ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas), baru ke level Asia, Internasional, dan seterusnya. Itu semua ada tingkatannya (harganya),” tutur Fadli.
Adapun setiap tingkatan tersebut, selain faktor biaya, yang juga penting untuk diperhatikan dan diasah terus menerus adalah kemampuan. Menurutnya, challenge setiap tingkatan juga berbeda-beda. “Sesuaikan dengan kemampuan dulu, misalnya mampunya baru di Kejurda. Ya, sudah tekuni dulu, berprestasi, nanti pelan-pelan naik level,” tegas Fadli.
Sosok Inspiratif
Selain berbagi kiat sukses untuk penggemar olahraga balap yang ingin memulai debut balap sebagai privateer. Hal yang bisa dipetik dari sosok M Fadli adalah kisahnya yang menginspirasi. Bagi kamu yang belum tahu betul sosok M Fadli, dia adalah sosok pembalap tanah air yang terbilang memiliki banyak prestasi.
Fadli pernah merasakan jadi juara Asia Road Racing Championship kelas underbone 115cc tahun 2004. Pada tahun itu juga ia meraih emas di ajang PON 2004 cabang balap motor kelas 4-tak 110cc beregu dan perak kelas 2-tak underbone. Total ia mengoleksi enam gelar juara nasional dari berbagai kelas (4-tak 110cc 2004, Indoprix 2007 di kelas MP1 dan MP2, juara IRS 2010-11, dan IRS kelas Supersport 600cc).
Karir selanjutnya, dalam ajang Asia Road Racing Championship di Sirkuit Internasional Sentul tahun 2015, Fadli merayakan kemenangannya di balapan ke-2 di depan kerumunan lokal ketika ia ditabrak dari belakang oleh pembalap asal Thailand, Jakkrit Sawangswat. Kecelakaan itu tidak bisa dihindari dan ia terluka parah di bagian kaki.
Kemudian, cederanya tersebut sangat parah sehingga mengharuskan Fadli menjalani amputasi pada kaki kirinya. Kenyataan amputasi pada kaki kirinya sempat membuat Fadli putus asa. Namun sejak tragedi yang meremukkan kaki kirinya dan pemulihan selama kurang lebih setahun, Fadli lantas perlahan berusaha bangkit. Ikhlas jadi kuncinya.
Sejak saat itu, dirinya mengaku berusaha move on dengan didahului keihlasan atas keadaan. Menurut Fadli, ikhlas dapat membawanya ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Dirinya percaya bahwa Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang lebih indah baginya atas apa yang telah menimpanya.
Perlahan Fadli bangkit. Setelah adaptasi dengan kaki palsunya, dirinya mulai bangkit dengan latihan fisik. Belum bisa langsung kembali ke motor. Fadli memilih untuk bersepeda. Lagi-lagi ketekunannya berbuah manis. Di tengah kegigihan bersepeda dan latihan kerasnya, Fadli justru menjadi atlet sepeda.
Padahal, dikatakannya, sepeda hanya sarana olahraga biasa untuk memulihkan fisiknya setelah beberapa lama terbaring akibat insiden kecelakaan motor. Tawaran balap sepeda profesional datang dari Raja Sapta Oktohari, Ketua Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) dan memulai debut di Asia Para Cycling pada awal 2017.
Memang dasar pembalap, usai insiden kecelakaan motor yang merenggut kaki kirinya, dirinya bangkit sebagai pembalap sepeda. Dia kini malah menjadi pembalap mobil. Menurut Fadli, ajakan balap mobil datang saat Fadli sukses sebagai atlet sepeda.
Dia bercerita, ada pemilik tim balap mobil suka dengannya dan menawarkan kesempatan balap mobil. Tak disia-siakan, ajakan balap diterima. Sebab, menurut Fadli, kalau diniatkan sendiri untuk turun balap mobil biayanya tidak murah seperti membeli mobil, modifikasi, menggaji tim, dan sebagainya.
Ketika itu Fadli turun balap mobil di kelas Euro dengan tunggangan BMW E36 2000 CC. Menggunakan kaki palsu tak menyulitkannya. Fadli menyebut tak ada modifikasi khusus pada kendaraan bertransmisi manualnya untuk turun balap hingga berhasil podium. Kata Fadli, joknya saja hanya sedikit dimajukan. Tahun ini Fadli juga kerap turun balap dengan mobil Honda Jazz.
Selain balap, Fadli juga seorang Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan jalur prestasi. Selain PNS dan atlet sepeda juga balap mobil dan pelatih balap di Astra Honda Motor Sport (AHRT) dan Astra Honda Racing School (AHRS) dan mengelola sekolah balap sendiri 43 Racing School.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
