Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juli 2023 | 18.33 WIB

Penerus Bugatti Chiron Dikonfirmasi Debut Tahun Depan, Produksi Awal Mulai 2026

Line-up hypercar Bugatti. - Image

Line-up hypercar Bugatti.

JawaPos.com - Era Bugatti Chiron dengan mesin W16 quad-turbocharged akan segera berakhir. Namun, ini bukan akhir dari Bugatti, karena hypercar andalan baru merek pabrikan mobil ultramewah itu dipastikan sudah dalam pengembangan. Selain dipastikan sudah dalam pengembangan, penerus Bugatti Chiron juga dipastikan akan debut pada tahun 2024. Dilansir via Motor1, hal ini juga sekarang telah dikonfirmasi secara tertulis oleh Bugatti.

Model generasi berikutnya juga akan menandai berakhirnya era desain dengan pensiunnya Achim Anscheidt, direktur desain Bugatti yang sudah sejak 2004 menangani Bugatti. Bugatti mengumumkan pengunduran diri Anscheidt dalam siaran pers beberapa waktu lalu.

Anscheidt diketahui merupakan sosok yang mengawasi Veyron edisi khusus seperti Super Sport, Grand Sport Vitesse, dan Hermès, antara lain. Dia juga dalang konsep Bugatti yang tidak masuk produksi, terutama Galibier empat pintu, empat kursi.

Tentu saja, ada juga Chiron dan kebanyakan model coachbuilt yang menggunakan tulangnya sebagai pondasi Centodieci, Bolide, Divo, Mistral dan La Voiture Noire. Beberapa nama di atas juga diketahui merupakan "heritage" dari Buggati.

Sementara Anscheidt pensiun, warisannya akan berlanjut dengan penerus Chiron. Menurut Bugatti, ini telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir dan akan terungkap pada tahun 2024. Pengumuman tersebut juga menegaskan kabar yang telah beredar sebelumnya tentang elektrifikasi, meskipun itu bukan Electric Vehicle (EV) murni.

Bugatti berikutnya akan menggunakan powertrain hybrid; apakah itu termasuk iterasi baru dari mesin W16 yang ikonik masih harus dilihat. Yang pasti, akan ada banyak potensi tenaga kuda listrik dengan Bugatti berikutnya, mengingat merger perusahaan dengan Rimac pada tahun 2021 lalu dan jika semua berjalan sesuai rencana, maka akan masuk produksi pada tahun 2026.

Dengan pensiunnya Anscheidt, Frank Heyl naik dari peran wakilnya untuk memimpin tim desain Bugatti. Bergabung dengan perusahaan pada tahun 2008, dia bekerja di Veyron Super Sport, Chiron, dan Divo tetapi juga menghabiskan waktu untuk penawaran perusahaan Vision Gran Turismo.

"Veyron, Chiron, dan penerus Chiron berbagi satu hal ini," kata Anscheidt. "Mereka bukan mobil balap untuk jalan raya, mereka adalah puncak pengembangan Grand Tourisme, mereka adalah campuran menarik dari Tipe 35 yang gesit, kemewahan Tipe 41 Royale, dan keanggunan tak tertandingi dari Tipe 57 SC Atlantik," ungkap Anscheidt.

Meskipun Anscheidt mengundurkan diri, dia akan tetap terhubung dengan perusahaan sebagai penasihat CEO Bugatti Rimac, Mate Rimac. Bisa jadi sentuhan desainnya juga masih akan hadir dalam produk-produk hypercar Bugatti.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore