Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juni 2021 | 19.00 WIB

Indonesia Butuh Banyak Tambahan Spektrum untuk 5G

Foto: Menkominfo Johnny G. Plate. (Istimewa). - Image

Foto: Menkominfo Johnny G. Plate. (Istimewa).

JawaPos.com – Indonesia membutuhkan total 2.047 megahertz (MHz) tambahan spektrum frekuensi radio untuk memastikan pemerataan jaringan internet 5G. Juga untuk mendukung teknologi jaringan 4G yang sudah terbangun.

Saat ini, kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR kemarin (7/6), Indonesia memanfaatkan 737 MHz frekuensi radio. Spektrum frekuensi radio bisa dianalogikan sebagai oksigen dalam implementasi teknologi internet 5G. Untuk itu, kata Johnny, pemerintah terus melakukan farming dan refarming guna menambah kapasitas spektrum frekuensi radio untuk jaringan internet.

”Tahun 2021 Kemenkominfo melakukan pembebasan frekuensi baru untuk mobile broadband sebesar 900 MHz. Untuk periode 2022–2024, kami berencana menambah frekuensi 1.190 MHz sehingga total farming spektrum pada 2024 mencapai 1.310 MHz,” jelas dia.

Saat ini, kata Johnny, telah tersedia satelit yang beroperasi dengan kapasitas 21 gigabits per second (Gbps). Pada 2021 akan ditambah dengan kapasitas 9 Gbps, kemudian ditambah lagi 7 Gbps pada 2022. ”Sehingga sampai 2024 akan tersedia kapasitas sekitar 117 Gbps,” katanya.

Selain itu, transformasi dari TV analog menuju digital dengan analog switch off (ASO) diharapkan bisa menghemat dan menambah ruang spektrum frekuensi radio untuk menambah kapasitas mobile broadband.

”Kemenkominfo mendorong digitalisasi penyiaran melalui penyediaan peralatan di 15 wilayah yang belum menyelenggarakan penyiaran multiplexing, revitalisasi di 206 lokasi pemancar TVRI, dan memberikan set top box (STB) untuk beberapa rumah tangga yang membutuhkannya,” papar Johnny.

Baca juga: Realme Siapkan Banyak Smartphone 5G dalam 3 Tahun ke Depan

Koordinator Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat Kemenkominfo Adis Alifiawan mengungkapkan, peran utama teknologi 5G di Indonesia adalah sebagai kunci pada era transformasi digital. ”Indonesia butuh enabler. Teknologi 5G ini digadang-gadang memiliki potensi sebuah lompatan besar atau giant leap yang akan membantu Indonesia melakukan transformasi digital,” jelas Adis.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore