Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 September 2022 | 21.58 WIB

3 Inovasi Baru Xiaomi, Smartphone Lipat, Teknologi Otonom, dan Robot

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Xiaomi baru-baru ini memperkenalkan sejumlah inovasi menarik. Ada tiga hal yang diperkenalkan mulai dari perkembangan terkini terkait teknologi kendaraan listrik pintar, smartphone layar lipat yang diklaim paling tipis, hingga robot humanoid yang bisa mengenali emosi manusia.

Sejak mengumumkan keseriusannya untuk terjun ke industri mobil listrik pintar pada akhir 2021, Xiaomi juga terus menghadirkan terobosan baru guna menegaskan visi perusahaan untuk menjadi pemimpin dalam industri kendaraan listrik pintar pada 2024.

Selain itu, inovasi yang dihadirkan Xiaomi juga hadir lewat smartphone lipat pertama yang juga memiliki standar fotografi tinggi, serta teknologi robotik berupa humanoid yang dapat mendeteksi perasaan dan emosi manusia.

Beberapa terobosan tersebut menjadi sorotan penting bagi Xiaomi, yang berkomitmen untuk menginvestasikan CNY 100 miliar atau setara Rp 220 triliun untuk riset dan pengembangan selama lima tahun ke depan.

Pertama ada ponsel lipat Mix Fold 2. Sebagai sekuel alias generasi kedua, Xiaomi Mix Fold 2 diklaim membawa sejumlah peningkatan yang menyeluruh dibandingkan pendahulunya. Xiaomi ingin memberikan sebuah perangkat yang tidak hanya memiliki performa terbaik, namun juga lebih dalam tampilan fisik yang lebih compact.

Secara teori, perangkat smartphone dengan layar lipat memiliki komponen yang lebih kompleks, sehingga lebih sulit dihadirkan dalam desain yang compact. Namun lewat Mix Fold 2, berbagai teknologi yang diusung dapat ditampilkan dalam profil yang sangat tipis, hanya 5,4 mm saja saat sedang terbuka.

Hal itu menjadikan Xiaomi MIX Fold 2 sebagai smartphone layar lipat paling tipis saat ini, Xiaomi telah mengembangkan sendiri mekanisme layar lipat yang dinamakan Micro Waterdrop Hinge.

Dengan radius lipatan lebih kecil, modul layar lebih tipis serta komponen yang lebih sedikit, Mix Fold 2 bisa dirancang lebih tipis dengan jarak antar layar yang lebih dekat. Kedua bentang layar luar dan dalam juga telah menggunakan panel AMOLED kelas flagship.

Hasilnya, konten yang ditampilkan dari kedua layar MIX Fold 2 bisa menampilkan kualitas yang konsisten, dalam refresh rate 120 Hz, kecerahan sampai 1.000 nits ditambah dukungan efek Dolby Vision. Xiaomi juga gunakan layar Eco OLED display yang punya konsumsi daya 25 persen lebih efisien, plus mampu mengurangi pantulan pada layar.

Selanjutnya, Xiaomi Group juga mengumumkan perkembangan signifikan dalam pengembangan mobil listrik pintarnya lewat Xiaomi Pilot Technology. Sejak resmi masuk ke dalam industri mobil listrik pintar, Xiaomi berencana menginvestasikan senilai CNY 3,3 miliar (setara Rp 7,1 triliun) pada tahap awal fase riset dan pengembangan (R&D) teknologi mobil otonom.

Setidaknya ada lebih dari 500 profesional (termasuk 50 ahli di industri) yang direkrut untuk mengembangkan teknologi tersebut. Jumlah tim inti ini dinilai sudah dapat mencakup area-area utama yang dibutuhkan dalam proses pengembangan teknologi autonomous driving, mulai dari algoritma, sensor, chip, platform data dan lainnya.

Jumlah rekrutan tersebut rencananya akan bertambah setidaknya sampai 600 karyawan pada akhir 2022 mendatang. Xiaomi juga telah mengakuisisi secara penuh sebuah startup yang fokus mengembangkan teknologi mengemudi otonom, yakni Shendong Technology, untuk mendapatkan lebih banyak pakar di dalamnya. Keputusan tersebut dirasa cukup penting, mengingat Xiaomi bakal merancang semua teknologinya sendiri alias self-developed.

Ke depannya, Xiaomi akan merancang semua bagian penting yang diperlukan termasuk pengembangan hardware, software, lokasi dan persepsi, serta solusi lainnya. Pendekatan ini memungkinkan Xiaomi untuk menyesuaikan algoritmanya dengan kebutuhan pengguna secara lebih instan.

Dalam waktu dekat, Xiaomi akan mengujicobakan sedikitnya 140 unit kendaraan yang merupakan hasil pengembangan fase awal teknologi mengemudi otonom yang akan menguji fitur unggulan seperti solusi parkir otomatis, dan pengisian daya baterai menggunakan lengan robot otomatis.

Tidak terbatas pada smartphone lipat dan kendaraan pintar saja, Xiaomi juga terus menambahkan portofolio seri Xiaomi Cyber. Setelah robot peliharaan cerdas “Cyberdog” diperkenalkan tahun lalu, kini giliran “CyberOne” yang hadir sebagai anggota terbaru sebagai robot humanoid pertama dari Xiaomi.

Dengan AI sebagai inti dan bingkai humanoid berukuran penuh sebagai wadahnya, CyberOne adalah eksplorasi kemungkinan dari ekosistem teknologi masa depan Xiaomi, serta terobosan baru bagi perusahaan. Secara tampilan, CyberOne memang dirancang menyerupai bentuk dan ukuran manusia, memiliki tinggi 177 cm dan berat 52 kilogram.

Dibandingkan robot yang dirilis tahun lalu, robot humanoid pertama dari Xiaomi satu ini merupakan sebuah hasil dari rancangan teknologi kompleks, untuk bisa melakukan sejumlah gerakan yang dapat menirukan gerak gerik manusia.

Tak hanya lebih powerful, Xiaomi juga merancang sejumlah motor penggerak yang diperlukan agar robot humanoid ini lebih efisien dan ringan. Algoritma rancangan sendiri seperti humanoid bipedal control memungkinkan CyberOne untuk memiliki postur berjalan yang natural dan stabil, bahkan bisa mengangkat beban hingga 1,5 kilogram dari salah satu tangan robotiknya. Untuk mengidentifikasi sekitar, digunakan kombinasi AI dan Mi-Sense depth vision module, agar mampu mempersepsikan ruang tiga dimensi dan mengenali objek di sekitar.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore