
Photo
JawaPos.com - Sejak pandemi Covid-19 sampai ke tanah air beberapa bulan lalu, pemerintah mulai melakukan pembatasan mobilitas warga dan mengimbau untuk melakukan physical distancing demi memutus mata rantai Covid-19. Seiring dengan hal tersebut juga, platform peta perjalanan digital Waze, mencatat turunnya tren berkendara masyarakat di beberapa daerah di Indonesia.
Akibat situasi Covid-19 dan larangan mudik oleh pemerintah Indonesia, pihak Waze juga menyebut bahwa ada perubahan terhadap lalu lintas jalan selama Hari Raya tahun ini.
"Namun, berdasarkan data terbaru kami, dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang saat ini sedang diterapkan di beberapa daerah di Indonesia, pengguna Waze mengemudi 66 persen kilometer lebih sedikit dibandingkan dengan rata-rata harian pada bulan Februari, untuk periode dua minggu (2/11/2020-2/ 25/2020)," ungkap pihak Waze kepada JawaPos.com Senin (1/6).
Dari penurunan tersebut, Waze juga mencatat ada beberapa wilayah atau Kota atau Kabupaten di Indonesia yang penurunannya paling signifikan selain DKI Jakarta. Beberapa daerah penyangga dan daerah di pulau Jawa lainnya tercatat menurun mobilitas berkendaranya.
"Data kami menunjukkan bahwa pengguna Waze mengemudi jauh lebih sedikit di beberapa kota metro terkenal, seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Surabaya. Faktanya, sejak PSBB diberlakukan, rata-rata lalu lintas berkurang lebih dari 60 persen di enam kota besar ini yang merupakan penurunan signifikan," imbuh pihak Waze.
Kemudian terkait dengan pengakses Waze selama pandemi Covid-19 ini berlangsung, secara global, Waze juga mencatat adanya penurunan pengguna. Untuk mengukur dampak dan perubahan lalu lintas di jalan selama pandemi Covid-19, Waze menyebut telah mengumpulkan data tentang jumlah mil/kilometer yang ditempuh sebagai pengganti metrik jumlah pengguna aktif yang biasa digunakan.
"Data Waze menunjukkan bahwa di seluruh dunia, sebagian besar negara telah berhenti mengemudi secara dramatis. Secara global, pengguna Waze mengemudi 60 persen kilometer lebih sedikit dibandingkan dengan rata-rata harian pada bulan Februari untuk periode dua minggu," jelas pihak Waze.
Seperti sudah diberitakan sebelumnya juga, selama pandemi Covid-19 ini, Waze telah membuat Covid-19 landing page sebagai bagian dari upaya bantuan. Dimana Waze secara aktif meminta pemerintah di seluruh dunia untuk berkontribusi data tentang lokasi pusat pengujian medis dan pusat distribusi makanan darurat. Hal ini untuk membantu meningkatkan petanya bagi pengguna.
Waze Map Editor dan tim Waze Crisis Response juga bekerja sama dengan negara-negara di seluruh dunia untuk mendukung upaya ini. "Sebagai aplikasi navigasi berbasis komunitas, Waze bangga dalam menyediakan mutu dan bantuan kepada penggunanya, dan akan terus mengevaluasi situasi yang berkembang ini, memastikan bahwa pembaruannya tepat waktu dan kebutuhan pengguna terpenuhi," tandasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
