alexametrics

Penerapan Euro4 Ditunda 2022, Isuzu Dukung Aturan Pemerintah

13 Juli 2020, 22:38:01 WIB

JawaPos.com – Sebagai partner bisnis pengusaha truk, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) siap menyambut kebijakan Euro4 meskipun ditunda pada 2022 karena dampak pandemi Covid-19. Isuzu menjamin kendaraannya sudah sejak lama mengadopsi teknologi Euro4. Kendaraan Isuzu saat ini juga telah siap mengonsumsi bahan bakar B30 (biodiesel) dengan tetap melakukan perawatan berkala.

”Sejak pemerintah memutuskan Indonesia harus mengimplementasikan Euro 4 dan B30, kami langsung bergerak cepat, mengonsolidasikan semua engineer, termasuk bekerja sama dengan prinsipal kami di Jepang, untuk segera mempersiapkan produk yang sesuai,” ujar Presiden Direktur IAMI Ernando Demily saat webinar Rising the Future in the Middle of Pandemic, Senin (13/07).

Dia mengakui bahwa menyesuaikan kendaraan dengan standar Euro4 serta mampu mengkonsumsi bahan bakar B30 merupakan kasus menantang. ”Kita harus comply terhadap Euro4. Tapi pada saat yang bersamaan, pemerintah juga meminta kita comply dengan B30. Alhamdulillah sekarang Isuzu bisa declare bahwa kami siap mengimplementasikan Euro4 dan juga B30,” tegasnya.

Isuzu sejak lama sudah mengimplementasikan teknologi Euro 4. ”Salah satu persyaratan kendaraaan Euro4 adalah menggunakan mesin common rail. Sejak 2011, Isuzu memperkenalkan kendaraan common rail yang kita kenal dengan nama Isuzu GIGA dan Isuzu ELF. Tentu kami sudah siap Euro4,” tegasnya.

Terkait penjualan di era new normal, Ernando menjelaskan bahwa pihaknya mengadopsi strategi 4R. Yakni, reaction, recession, rebound, dan reimagine. Banyak organisasi hanya berfokus pada strategi reaction, namun melupakan tiga hal lainnya.

”Pada reaction, yang menjadi prioritas kami tentunya keselamatan dan kesehatan insan Isuzu dan semua pihak yang terkait, termasuk diler dan supplier. Lalu, di tahap recession yang pertama kita lakukan adalah melakukan manajemen cash flow dengan ketat,” ungkapnya.

Pada fase rebound, pihaknya memperkirakan bisnis tidak akan kembali normal. ”Kita tata ulang lagi segmen-segmen apa yang akan tetap tumbuh dan berkembang di era new normal ini. Tentunya seiring dengan perubahan customer behavior,” tambahnya.

Pada saat bersamaan, Isuzu juga melakukan pendekatan dengan reimagine. Menurut Ernando, pada saat customer behavior berubah, Isuzu juga harus mengadopsi cara kerja yang sesuai. Salah satunya melakukan pertemuan secara webinar.

General Manager Marketing Isuzu Astra Motor Indonesia Attias Asril menambahkan, sejak pembatasan sosial skala besar (PSBB) dilonggarkan, ternyata penjualan kendaraan komersial rebound lebih cepat jika dibandingkan dengan kendaraan nonkomersial (passengers).

Meski begitu, pihaknya optimistis pasar akan kembali berangsur membaik seiring kembali bergeraknya sektor logistik dan jasa pengiriman.”Untuk pasar Jawa Timur sampai dengan Mei market share Isuzu sudah 31,4 persen. Khusus di Surabaya bahkan hamper 50 persen,” jelasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Agus Wirawan, ARM



Close Ads