
Ratusan mobil listrik produksi BYD terparkir rapi sebelum dikirim ke pasar Eropa dari satu pelabuhan di Tiongkok pada 14 Januari 2024. (ANTARA/Xinhua)
JawaPos.com - Konsumen Eropa yang ingin mengimpor mobil dari Tiongkok beralih ke mobil hibrida plug-in (PHEV) baru dan mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicles/BEV) bekas selama dua tahun terakhir.
Hal itu menyusul kenaikan tarif impor BEV dari Tiongkok hingga 45,3 persen pada 2024. Publikasi CarNewsChina pada Kamis (22/10) mengutip informasi China EV Marketplace (CEVM) yang menyebutkan bahwa peralihan itu terjadi karena kendaraan model PHEV baru dan BEV bekas tidak dikenai bea masuk imbalan.
Namun, tren kembali berubah setelah Uni Eropa memberlakukan batas kuota impor baru sebanyak 350 ribu unit untuk kendaraan hibrida dari Tiongkok.
Kebijakan itu mendorong konsumen beralih ke mobil bekas yang tidak dikenai bea masuk imbalan 45,3 persen maupun pembatasan kuota impor.
Menurut data China EV Marketplace (CEVM), penjualan kendaraan bekas kepada konsumen di Uni Eropa selama Januari hingga September 2026 meningkat 280 persen secara tahunan menjadi 7.900 unit, sedangkan penjualan kendaraan barunya turun 44 persen.
"Tarif telah melemahkan permintaan konsumen Eropa kami terhadap BEV baru asal China. Kami memperkirakan pembatasan kuota impor hibrida juga akan menekan penjualan PHEV baru," kata Chief Operating Officer (CEO) EV Marketplace Jakub Geršl.
"Mobil bekas dikecualikan dari tarif tambahan BEV dan kuota baru untuk kendaraan hibrida (PHEV). Itulah sebabnya kami menjadikan kendaraan bekas sebagai fokus utama bisnis kami di Eropa," katanya.
CEVM saat ini menawarkan lebih dari 2.600 unit mobil listrik bekas melalui situs webnya. Daftar yang diperbarui setiap hari itu mencakup merek seperti Xiaomi, BYD, iCar, Denza, Lynk&Co, dan Avatr.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022