
Ilustrasi: Distributor wiper merek Bosch pasang wiper gratis untuk 100 mobil ambulan. (Istimewa)
JawaPos.com - Hujan abu vulkanik bukan hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga bisa mempercepat kerusakan wiper dan membuat kaca mobil baret jika dibersihkan dengan cara yang salah. Pengemudi perlu lebih berhati-hati sebelum mengaktifkan wiper ketika permukaan kaca dipenuhi abu.
Disisi lain wiper mobil yang mulai rusak sering kali tidak langsung disadari pengemudi. Padahal, komponen ini memiliki peran penting dalam menjaga kaca depan tetap bersih dan membantu pengemudi melihat kondisi jalan ketika hujan.
Masalahnya, penurunan performa wiper biasanya berlangsung secara bertahap. Wiper masih bergerak seperti biasa, tetapi kualitas sapuannya mulai menurun.
Kondisi tersebut semakin perlu diperhatikan ketika mobil digunakan di wilayah yang terdampak hujan abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi.
Abu vulkanik memiliki partikel yang dapat bersifat abrasif. Ketika abu menempel di kaca depan kemudian wiper langsung diaktifkan, partikel tersebut dapat bergesekan dengan permukaan kaca.
Akibatnya, kaca mobil berisiko mengalami baret halus, sementara karet wiper juga dapat lebih cepat aus atau rusak. Karena itu, ketika kaca mobil dipenuhi abu vulkanik, pengemudi sebaiknya tidak langsung menyalakan wiper.
Bersihkan atau bilas terlebih dahulu abu yang menempel pada kaca menggunakan air hingga permukaannya cukup bersih. Langkah ini penting karena fungsi utama wiper adalah menyapu air, bukan membersihkan tumpukan debu atau abu kering dari permukaan kaca.
Selain hujan abu vulkanik, kondisi wiper yang sudah menurun juga dapat menjadi masalah ketika hujan biasa. Pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan visibilitas merupakan bagian penting dalam proses pengambilan keputusan pengemudi.
“Pengemudi mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Karena itu, visibilitas yang baik menjadi bagian penting dalam membantu pengemudi membaca situasi dan mengambil keputusan lebih awal,” ujar Yannes.
Menurutnya, hujan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lebih dari 31 persen. Risiko tersebut dapat semakin besar ketika kondisi kaca depan dan wiper tidak mendukung pandangan pengemudi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar
