
Ban GitiXcursion dirancang khusus bagi para pencinta petualangan sejati. (Dony/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ban merupakan satu-satunya komponen mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Artinya, sebaik apa pun mesin, sistem pengereman, maupun teknologi keselamatan sebuah kendaraan, semuanya tetap bergantung pada kemampuan ban menjaga kontak dengan aspal.
Perkembangan teknologi otomotif pun ikut mendorong teknologi ban semakin kompleks. Ban modern tidak hanya dituntut mampu menahan beban kendaraan, tetapi juga harus memberikan traksi, kestabilan, akurasi kemudi, kenyamanan, hingga kemampuan menghadapi kondisi jalan yang berbeda.
Kebutuhan tersebut menjadi perhatian PT Gajah Tunggal Tbk melalui lini ban premium GT Radial Champiro Ultimate dan GitiXcursion. Keduanya memiliki karakter berbeda dan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan kendaraan serta gaya berkendara yang tidak sama.
"Kami terus berkomitmen menjawab berbagai kebutuhan spesifik konsumen di Indonesia melalui lini produk GT Radial yang kini semakin lengkap dengan hadirnya Champiro Ultimate,” ungkap Marcella Dewi, Division Head Marketing PT Gajah Tunggal Tbk.
Bagi pengemudi sedan atau mobil premium yang membutuhkan respons kendaraan lebih tajam, GT Radial Champiro Ultimate hadir dengan karakter Ultra High Performance (UHP).
Ban ini dirancang untuk mendukung kendaraan yang membutuhkan kestabilan ketika melaju pada kecepatan tinggi. Salah satu indikatornya terlihat dari pilihan speed rating hingga W yang mencapai 270 km/jam.
Namun, performa ban bukan hanya soal kemampuan melaju cepat. Faktor yang tidak kalah penting adalah bagaimana ban mempertahankan kendali ketika mobil melakukan akselerasi, pengereman maupun bermanuver.
Champiro Ultimate dirancang dengan karakter yang mengutamakan presisi kemudi dan kestabilan di tikungan. Cengkeraman pada permukaan basah juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan, sementara karakter tapaknya dirancang untuk tetap memberikan kestabilan ketika digunakan di jalan kering.
Bagi kendaraan berperforma tinggi, kemampuan tersebut penting karena ban harus mampu menerjemahkan input dari pengemudi menjadi respons kendaraan secara cepat dan terkendali.
Ada anggapan bahwa ban berorientasi performa identik dengan karakter keras dan berisik. Tantangan teknologi ban modern justru terletak pada bagaimana mempertahankan kemampuan handling tanpa mengorbankan kenyamanan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
