
Ilustrasi TikTok. (Freepik)
JawaPos.com - TikTok memperkuat komitmennya dalam menciptakan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang lebih transparan dan bertanggung jawab.
Platform video pendek tersebut memperkenalkan serangkaian langkah baru, mulai dari memperluas program literasi AI, menguji sistem deteksi konten spam berbasis AI, hingga memperkuat transparansi melalui kerja sama dengan organisasi global.
Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya penggunaan AI dalam pembuatan konten. TikTok menilai teknologi ini mampu membuka peluang kreativitas baru, tetapi di sisi lain juga berpotensi disalahgunakan untuk memproduksi konten secara massal yang dapat menyingkirkan karya autentik para kreator.
TikTok mengumumkan akan memperluas materi edukasi mengenai AI sekaligus melanjutkan investasi dalam kemitraan dengan berbagai pakar tepercaya. Perusahaan juga tengah menguji peningkatan sistem deteksi untuk mengidentifikasi akun yang mengunggah konten spam berbasis AI, serta bergabung sebagai Dewan Pembina Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA) guna memperkuat standar transparansi konten AI.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi AI, TikTok bekerja sama dengan organisasi seperti NAMLE dan pakar AI Henry Ajder untuk menyusun panduan baru yang membantu pengguna memahami sekaligus menggunakan teknologi AI secara bertanggung jawab.
Selain itu, TikTok meluncurkan pusat edukasi baru di dalam aplikasi yang menyajikan berbagai materi praktis agar pengguna lebih mudah mengenali konten yang dibuat menggunakan AI ketika mencari topik terkait.
TikTok juga terus menggandeng organisasi seperti NoFiltr dan Raspberry Pi Foundation untuk menghadirkan konten edukasi mengenai AI kepada komunitasnya.
Sejak program tersebut diluncurkan pada November 2025, berbagai organisasi yang terlibat telah memperoleh lebih dari 200 juta tayangan melalui konten edukasi tentang penggunaan AI yang bertanggung jawab. Hingga kini, TikTok mengalokasikan lebih dari USD 4 juta untuk mendukung program tersebut dan menyatakan akan terus menambah investasi guna memperluas jangkauan serta dampaknya.
"Kami percaya bahwa setiap orang perlu memahami konteks, merasa percaya diri, dan memiliki kendali atas pengalaman mereka dengan AI di TikTok. Kami terus berinvestasi dalam teknologi, kemitraan, dan materi edukasi yang membantu masyarakat mengenali konten buatan AI, memahami bagaimana konten tersebut dibuat, serta menggunakan berbagai alat ini secara kreatif dan bertanggung jawab," ujar AI Lead Global Public Policy TikTok, Tom Varghese.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
