
Pabrik baterai kendaraan listrik Honda dan LG Energy Solution di Ohio (TechCrunch)
JawaPos.com - Pergeseran besar dalam industri otomotif global kini semakin jelas: baterai tidak lagi sekadar komponen kendaraan listrik, tetapi menjadi infrastruktur kunci bagi ekonomi digital yang ditopang pusat data dan kecerdasan buatan.
Di tengah melemahnya pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat, Honda mengambil langkah strategis dengan mengalihkan produksi baterai dari kendaraan listrik ke sistem penyimpanan energi untuk pusat data.
Perubahan ini mencerminkan transformasi mendasar dalam struktur bisnis otomotif global. Permintaan listrik yang melonjak akibat ekspansi pusat data berbasis AI mendorong baterai menjadi aset strategis baru, tidak hanya untuk mobil, tetapi juga untuk stabilisasi jaringan listrik dan infrastruktur digital berskala besar.
Dilansir dari TechCrunch, Jumat (3/7/2026), Honda mulai memproduksi baterai untuk sistem penyimpanan energi. Sel baterai yang sebelumnya dirancang untuk kendaraan listrik di Amerika Serikat kini dialihkan untuk kebutuhan pusat data. Laporan tersebut menegaskan, "sel-sel baterai tersebut kini menuju pusat data, bukan lagi ke garasi rumah," sebagai ilustrasi perubahan fungsi yang signifikan dalam strategi perusahaan.
Langkah ini diambil sekitar tiga bulan setelah Honda menghentikan sebagian program kendaraan listriknya di pasar Amerika Serikat. Produksi baterai tersebut dilakukan di fasilitas Ohio melalui kemitraan dengan LG Energy Solution. Meski strategi EV mengalami penyesuaian besar, Honda tetap mempertahankan kerja sama tersebut dan mengalihkannya ke pasar penyimpanan energi yang dinilai lebih stabil dan berkembang cepat.
Tekanan terhadap bisnis kendaraan listrik Honda dipicu oleh melemahnya permintaan di Amerika Serikat setelah penghapusan insentif pajak yang sebelumnya mendorong adopsi EV. Penjualan kendaraan listrik juga menurun dibandingkan tahun sebelumnya karena sebagian konsumen telah mempercepat pembelian sebelum insentif berakhir.
Ketidakpastian tersebut membuat Honda membatalkan tiga model EV untuk pasar Amerika Serikat. Perusahaan juga mencatat penurunan nilai aset sebesar USD 15,7 miliar atau sekitar Rp281,34 triliun (kurs Rp17.920 per dolar AS), yang mencerminkan restrukturisasi besar dalam strategi elektrifikasi. Di saat yang sama, pelemahan bisnis Honda di Tiongkok turut memperburuk tekanan keuangan perusahaan.
Di sisi lain, perubahan arah bisnis ini menempatkan baterai Honda dalam pasar yang lebih luas, yakni penyimpanan energi stasioner—sistem baterai yang digunakan untuk kebutuhan tetap seperti pusat data dan jaringan listrik, bukan kendaraan. Laporan Solar Energy Industries Association (SEIA) mencatat sektor ini tumbuh 32 persen secara tahunan.
SEIA menyatakan, "Penyimpanan energi terus menjadi teknologi penting untuk meningkatkan keandalan jaringan listrik sekaligus mendukung integrasi energi terbarukan." Data tersebut memperkuat posisi baterai sebagai infrastruktur energi, bukan lagi sekadar komponen otomotif.
Pada kuartal pertama tahun ini, kapasitas instalasi penyimpanan energi mencapai 9,7 gigawatt-jam, setara dengan baterai untuk sekitar 120.000 kendaraan listrik. Proyeksi hingga akhir dekade menunjukkan kapasitas tahunan dapat meningkat hingga 110 gigawatt-jam, hampir tiga kali lipat dari level saat ini.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
