
Ilustrasi debt collector yang melakukan penagihan pada nasabah pinjaman online.
JawaPos.com - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus mengubah berbagai aspek dunia kerja. Jika sebelumnya teknologi ini banyak digunakan untuk mendukung layanan pelanggan dan otomatisasi bisnis, kini AI mulai mengambil peran yang selama ini identik dengan pekerjaan manusia, yakni menagih utang.
Pemanfaatan AI untuk aktivitas penagihan memunculkan beragam respons. Di satu sisi, perusahaan melihat teknologi ini sebagai cara untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional.
Namun di sisi lain, sejumlah pihak menilai penggunaan AI dalam proses penagihan berpotensi menambah tekanan bagi masyarakat yang sedang menghadapi masalah keuangan.
Baca Juga:Diblokir AS, Huawei Malah Berterima Kasih: Industri Semikonduktor Tiongkok Kini Berkembang Pesat
Laporan terbaru Wired mengungkap bahwa sejumlah perusahaan penagihan di Amerika Serikat mulai menggunakan agen AI berbasis suara untuk menghubungi nasabah yang memiliki tunggakan pembayaran.
Berbeda dengan sistem panggilan otomatis konvensional yang umumnya hanya menyampaikan pesan rekaman, teknologi terbaru memungkinkan AI melakukan percakapan dua arah yang terdengar lebih alami. Sistem tersebut dapat menjawab pertanyaan, menawarkan berbagai opsi pembayaran, hingga menangani proses penagihan tanpa keterlibatan langsung petugas manusia.
Salah satu contoh yang disorot dalam laporan tersebut adalah agen AI bernama “Eve”. Bot itu menghubungi seorang pria yang menggunakan nama samaran Ben terkait tunggakan sewa rumah sebesar USD 266 atau sekitar Rp4,7 juta.
Menurut Ben, tagihan tersebut sebenarnya telah dilunasi beberapa bulan sebelumnya. Namun, Eve tetap melanjutkan proses penagihan dan menawarkan sejumlah metode pembayaran, mulai dari kartu hingga transfer bank.
Untuk menguji kemampuan sistem tersebut, Ben sengaja mengarahkan percakapan ke berbagai topik yang tidak berkaitan dengan tagihan. Meski demikian, AI tetap berupaya membawa pembicaraan kembali ke tujuan awal sebelum akhirnya mengalihkan panggilan kepada petugas manusia.
Kemampuan AI penagih utang saat ini disebut jauh lebih canggih dibanding generasi sebelumnya. Teknologi tersebut tidak hanya mampu berbicara secara otomatis, tetapi juga dapat menyesuaikan gaya komunikasi dengan karakter orang yang diajak berbicara. Sistem mampu mengubah pilihan kata, nada bicara, hingga pola percakapan agar terasa lebih personal dan natural.
Perusahaan pengembang bahkan dapat mengatur aksen, intonasi, dan gaya bahasa tertentu sesuai profil penerima panggilan. Sebagai contoh, AI dapat menggunakan variasi aksen bahasa Spanyol yang berbeda ketika berbicara dengan pengguna di Meksiko dan Kolombia. Pendekatan tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman komunikasi yang lebih dekat dan nyaman bagi lawan bicara.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
