Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Mei 2026 | 00.44 WIB

Produksi Karet Nasional Menurun, Industri Otomotif Soroti Pengolahan Lateks Ramah Lingkungan

Perkebunan karet. (Istimewa) - Image

Perkebunan karet. (Istimewa)

JawaPos.com–Industri karet nasional menghadapi tantangan baru di tengah menurunnya luas perkebunan karet rakyat dan meningkatnya kebutuhan bahan baku berkualitas bagi industri manufaktur, termasuk sektor ban. Kondisi ini dinilai berdampak pada kualitas serta konsistensi pasokan karet alam di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi karet nasional pada 2023 mencapai sekitar 2,65 juta ton. Namun, luas lahan perkebunan karet terus menyusut dengan rata-rata penurunan sekitar 5,7 persen per tahun. Situasi tersebut memengaruhi produktivitas petani sekaligus rantai pasok industri karet dalam negeri.

Di sisi lain, penggunaan bahan penggumpal lateks yang tidak sesuai standar masih menjadi persoalan di sejumlah daerah sentra karet. Selain berisiko menurunkan kualitas bahan baku, penggunaan bahan tertentu juga dinilai dapat berdampak pada kesehatan dan lingkungan.

Kondisi itu mendorong sejumlah pelaku industri mulai memperkuat edukasi pengolahan karet di tingkat petani. Salah satunya dilakukan PT Hankook Tire Indonesia melalui program pelatihan pengolahan lateks dan bantuan sarana produksi bagi petani karet di Desa Marga Mulia, Sumatera Selatan.

Dalam program tersebut, perusahaan menyalurkan 2.500 kilogram asam format (formic acid), 1.000 kilogram pupuk NPK, serta 200 pisau sadap kepada petani setempat. Sebanyak 200 petani juga mendapatkan pelatihan teknis terkait penggunaan bahan penggumpal lateks yang dinilai lebih aman dan sesuai standar industri.

Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia Jung Jinkyun mengatakan, penggunaan bahan penggumpal yang tepat menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas karet alam.

”Sebagian petani masih menggunakan bahan penggumpal yang berisiko bagi kesehatan dan lingkungan. Penggunaan asam format dinilai lebih aman dan membantu menjaga kualitas karet,” ujar Jung melalui keterangannya.

Asam format sendiri umum digunakan dalam proses koagulasi lateks karena mampu membantu pembekuan karet secara lebih stabil. Sehingga menghasilkan kualitas bahan baku yang lebih konsisten.

Selain pelatihan penggunaan asam format, petani juga diberikan edukasi mengenai penggunaan pupuk sesuai takaran untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan sekaligus menekan biaya produksi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore