ILUSTRASI Logo PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
JawaPos.com - Grup GoTo melalui Gojek meluncurkan Program Bakti GoTo untuk Negeri sebagai upaya memperluas perlindungan sosial dan peluang ekonomi bagi mitra pengemudi. Program ini diperkenalkan di Jakarta beberapa waktu lalu di tengah pembahasan rencana Peraturan Presiden yang akan mengatur transportasi daring dan relasi kemitraan di sektor ekonomi digital.
Program tersebut mencakup empat pilar utama, yakni perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, Bantuan Hari Raya (BHR), beasiswa serta bursa kerja, dan pengembangan Usaha Mitra Swadaya.
Sejumlah mitra pengemudi mengaku telah merasakan dampak langsung dari program tersebut. Wardiasto, mitra pengemudi Gojek di Solo, Jawa Tengah, mengatakan ia kini memiliki sumber pendapatan tambahan melalui bengkel motor kecil yang dikelola bersama sesama mitra.
“Kami mendapat tempat, air, dan listrik secara gratis. Jadi kami hanya bermodal tenaga untuk menjalankannya,” ujar Wardiasto.
Menurutnya, usaha tersebut membantu menambah penghasilan di luar aktivitas menarik penumpang setiap hari.
Sementara di Surabaya, Farid, mitra pengemudi lainnya, menyebut perlindungan jaminan sosial menjadi manfaat yang paling dirasakan. Ia mengaku terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan dengan iuran yang ditanggung melalui program perusahaan.
“Untuk iuran sudah dibantu sepenuhnya, jadi tidak perlu memikirkan biaya lagi,” kata Farid.
Sementara itu, Dilan, mitra pengemudi di Jakarta, memanfaatkan bursa kerja yang disediakan bagi mitra. Ia mengaku telah mengikuti proses rekrutmen hingga tahap wawancara untuk peluang kerja formal di luar sektor pengemudi daring.
Direktur Utama GoTo Hans Patuwo menyatakan kesejahteraan mitra menjadi prasyarat utama keberlanjutan bisnis perusahaan. Menurutnya, industri transportasi daring tidak dapat tumbuh tanpa kondisi mitra yang sehat dan memiliki pendapatan memadai.
“Kalau mitra tidak sehat, bisnis tidak bisa tumbuh. Karena itu, kami berupaya memastikan mitra mendapatkan perlindungan dan penghasilan yang layak,” ujar Hans.
Dari sisi pemerintah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya akses jaminan kesehatan bagi pengemudi transportasi daring yang memiliki risiko kerja tinggi. Ia mendorong pemanfaatan BPJS Kesehatan, terutama untuk upaya pencegahan penyakit.
“Kesehatan jauh lebih murah dan lebih produktif dibandingkan mengobati saat sudah sakit,” kata Budi.
BPJS Ketenagakerjaan mencatat lebih dari 210.000 mitra pengemudi GoTo telah terdaftar sebagai peserta. Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Eko Nugriyanto menyebut total manfaat klaim yang disalurkan sepanjang 2023–2025 telah melampaui Rp100 miliar.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
