Regional Director Confluent Indonesia, Jemmy Ang, dalam acara media roundtable Confluent AI Day di Jakarta, Rabu (15/10). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Perkembangan teknologi digital di Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan, didorong oleh semakin luasnya adopsi Artificial Intelligence (AI) dan data streaming di berbagai sektor industri. Kedua teknologi ini kini diakui sebagai pondasi krusial untuk meningkatkan efisiensi bisnis, mendukung analisis data, hingga menghadirkan pengalaman pelanggan secara real-time.
Menurut Jemmy Ang, Regional Director Confluent Indonesia, data telah menjadi aset paling berharga bagi perusahaan di era digital saat ini. Namun, tantangan utama yang dihadapi bukan sekadar mengumpulkan data, melainkan bagaimana data tersebut dapat dialirkan dan dimanfaatkan secara instan untuk mendukung proses pengambilan keputusan.
"Kami melihat semakin banyak perusahaan di Indonesia yang menyadari pentingnya data real-time untuk mendukung AI dan inovasi digital. Data streaming menjadi penghubung yang memungkinkan semua sistem berbicara satu sama lain tanpa jeda," kata Jemmy media roundtable Confluent AI Day di Jakarta, Rabu (15/10).
Confluent, sebagai penyedia platform data streaming global, berupaya membantu organisasi dalam mengelola dan mengintegrasikan data dari berbagai sumber, baik on-premise, cloud, maupun hybrid. Melalui platformnya, perusahaan diklaim dapat mengalirkan data dalam hitungan detik untuk mendukung operasional bisnis yang berbasis AI.
Jemmy menjelaskan bahwa teknologi Data Streaming Platform (DSP) memiliki empat fungsi utama yakni mengalirkan data secara langsung, menghubungkan sumber data dengan aplikasi, mengatur hak akses data, serta menjamin keamanan sepanjang proses berlangsung.
"Dengan cara ini, perusahaan bisa menjalankan AI yang benar-benar kontekstual dan akurat, bukan berdasarkan data lama," jelasnya.
Penerapan sistem ini telah meluas ke berbagai sektor. Misalnya, industri perbankan dan keuangan menggunakannya untuk mencegah penipuan dan mempercepat transaksi. Sektor ritel dan e-commerce memanfaatkannya untuk personalisasi pengalaman pelanggan secara dinamis. Sementara itu, manufaktur dan logistik menggunakan data real-time untuk memantau rantai pasokan dan meningkatkan efisiensi operasional.
Jemmy menegaskan bahwa penggunaan AI tanpa didukung oleh data yang mengalir secara real-time berisiko menghasilkan informasi yang tidak akurat atau bias. "AI butuh data terbaru agar bisa berpikir dan belajar secara tepat. Tanpa data streaming, AI seperti bekerja dengan kacamata buram," katanya.
Melihat kematangan infrastruktur digital dan kesiapan pelaku industri, Indonesia dinilai siap memasuki era baru transformasi digital berbasis data real-time. Dia optimistis bahwa teknologi data streaming dan AI akan menjadi tulang punggung inovasi di berbagai sektor.
"Data adalah darah bagi organisasi modern, dan data streaming adalah jantungnya. Saat AI dan data bisa berjalan bersama secara real-time, di situlah inovasi sesungguhnya terjadi," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hamdani, Digital Solution Director MII, turut mengamini tren digitalisasi di Indonesia yang semakin menguat dalam tiga tahun terakhir. "Perusahaan sekarang tak hanya bicara soal digitalisasi, tapi juga bagaimana data dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendorong nilai bisnis," tukas dia.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
