
Pengaturan privasi di smartphone Android. (Gizchina)
JawaPos.com - Dalam langkah yang jarang terjadi, lima produsen smartphone besar, Xiaomi, Oppo, vivo, Honor, dan Lenovo, sepakat bergandengan tangan untuk merombak sistem privasi di perangkat Android.
Aliansi ini menjadi sinyal kuat bahwa isu privasi tak lagi bisa dianggap sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi kepercayaan di era regulasi digital yang semakin ketat.
Sebagaimana diketahui, selama bertahun-tahun, pengalaman privasi di Android dinilai tidak konsisten. Setiap merek memodifikasi sistem bawaan Google dengan caranya sendiri, sementara aplikasi meminta izin secara acak dan sering membingungkan pengguna.
Melalui kerangka baru yang mereka sepakati, kontrol tidak lagi ada di tangan aplikasi, melainkan di tingkat sistem operasi.
Apa yang Berubah untuk Pengguna?
Fitur utama dari kolaborasi ini adalah model izin privasi terpadu. Alih-alih dihujani notifikasi acak seperti “izinkan akses kontak?”, semua permintaan aplikasi akan diproses melalui sistem dengan bahasa dan aturan yang seragam.
Beberapa poin penting dari kerangka ini antara lain:
- Persetujuan izin dipusatkan di level sistem, bukan lagi di tiap aplikasi.
- Setiap permintaan akses melewati proses tinjauan wajib.
- Izin diberikan hanya berdasarkan kebutuhan yang jelas.
- Pemeriksaan berkala untuk mencegah pelanggaran.
- Aplikasi yang tidak patuh? Tidak ada akses sama sekali.
Dengan desain “dual-track”, sistem ini berusaha menyeimbangkan keamanan dengan kemudahan penggunaan. Demikian dilansir dari Gizchina.
Pengguna akan mendapat penjelasan real-time mengenai data apa yang diakses, serta lebih mudah menolak permintaan berlebihan dari aplikasi.
Agar transisi berjalan mulus, roadmap juga sudah disusun. Pertama, pada 25 Agustus 2025, alat pengembang dan lingkungan uji diluncurkan. Lalu, 25 Oktober 2025, standar tinjauan dan pedoman resmi dipublikasikan.
Kemudian Akhir 2025–2026, integrasi bertahap ke ekosistem masing-masing. Dan, pasca 2026, penerapan wajib di semua perangkat.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya regulasi privasi global dan menurunnya kepercayaan konsumen terhadap ekosistem digital. Apple sudah menjadikan privasi sebagai senjata pemasaran lewat transparansi dan kontrol ketat di iOS. Android, selama ini, tertinggal di belakang.
Yang membuat kesepakatan ini menarik, lima merek yang biasanya bersaing ketat justru memilih bekerja sama. Bisa jadi mereka bergerak sebelum dipaksa regulator, atau mungkin mulai sadar bahwa kepercayaan pengguna kini sama berharganya dengan kamera canggih atau kecepatan charging.
Namun perlu dicatat, apakah sistem ini akan berjalan mulus? Belum tentu. Banyak upaya serupa di masa lalu yang akhirnya gagal karena pengguna sulit menemukan menu privasi atau aplikasi menemukan celah.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
