Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 06.31 WIB

Lima Raksasa Android Bersatu, Siapkan Standar Baru Privasi Pengguna yang Lebih Aman

Pengaturan privasi di smartphone Android. (Gizchina) - Image

Pengaturan privasi di smartphone Android. (Gizchina)

JawaPos.com - Dalam langkah yang jarang terjadi, lima produsen smartphone besar, Xiaomi, Oppo, vivo, Honor, dan Lenovo, sepakat bergandengan tangan untuk merombak sistem privasi di perangkat Android. 

Aliansi ini menjadi sinyal kuat bahwa isu privasi tak lagi bisa dianggap sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi kepercayaan di era regulasi digital yang semakin ketat.

Sebagaimana diketahui, selama bertahun-tahun, pengalaman privasi di Android dinilai tidak konsisten. Setiap merek memodifikasi sistem bawaan Google dengan caranya sendiri, sementara aplikasi meminta izin secara acak dan sering membingungkan pengguna. 

Melalui kerangka baru yang mereka sepakati, kontrol tidak lagi ada di tangan aplikasi, melainkan di tingkat sistem operasi.

Apa yang Berubah untuk Pengguna?

Fitur utama dari kolaborasi ini adalah model izin privasi terpadu. Alih-alih dihujani notifikasi acak seperti “izinkan akses kontak?”, semua permintaan aplikasi akan diproses melalui sistem dengan bahasa dan aturan yang seragam.

Beberapa poin penting dari kerangka ini antara lain:

- Persetujuan izin dipusatkan di level sistem, bukan lagi di tiap aplikasi.
- Setiap permintaan akses melewati proses tinjauan wajib.
- Izin diberikan hanya berdasarkan kebutuhan yang jelas.
- Pemeriksaan berkala untuk mencegah pelanggaran.
- Aplikasi yang tidak patuh? Tidak ada akses sama sekali.

Dengan desain “dual-track”, sistem ini berusaha menyeimbangkan keamanan dengan kemudahan penggunaan. Demikian dilansir dari Gizchina.

Pengguna akan mendapat penjelasan real-time mengenai data apa yang diakses, serta lebih mudah menolak permintaan berlebihan dari aplikasi.

Agar transisi berjalan mulus, roadmap juga sudah disusun. Pertama, pada 25 Agustus 2025, alat pengembang dan lingkungan uji diluncurkan. Lalu, 25 Oktober 2025, standar tinjauan dan pedoman resmi dipublikasikan.

Kemudian Akhir 2025–2026, integrasi bertahap ke ekosistem masing-masing. Dan, pasca 2026, penerapan wajib di semua perangkat.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya regulasi privasi global dan menurunnya kepercayaan konsumen terhadap ekosistem digital. Apple sudah menjadikan privasi sebagai senjata pemasaran lewat transparansi dan kontrol ketat di iOS. Android, selama ini, tertinggal di belakang.

Yang membuat kesepakatan ini menarik, lima merek yang biasanya bersaing ketat justru memilih bekerja sama. Bisa jadi mereka bergerak sebelum dipaksa regulator, atau mungkin mulai sadar bahwa kepercayaan pengguna kini sama berharganya dengan kamera canggih atau kecepatan charging.

Namun perlu dicatat, apakah sistem ini akan berjalan mulus? Belum tentu. Banyak upaya serupa di masa lalu yang akhirnya gagal karena pengguna sulit menemukan menu privasi atau aplikasi menemukan celah.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore