Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juli 2024 | 14.00 WIB

Pertahanan Siber RI Payah, Hacker Blak-blakan Ungkap Bisa Bobol Sistem Pemerintah Kurang dari 5 Menit

Serangan siber. (YourStory) - Image

Serangan siber. (YourStory)

 
JawaPos.com - Topik terkait hacker, peretasan yang melibatkan Pusat Data Nasional Sementara atau PDNS yang dikelola Kominfo masih saja ramai dibahas. Pasalnya, ending dari kasus ini masih belum jelas, atau bahkan tidak jelas sama sekali.
 
Setelah sebelumnya kelompok yang mengklaim diri sebagai hacker PDNS, memberikan kunci enkripsi untuk membuka data PDNS yang sempat disandera, perkembangan dari kasus ini masih buram. Apakah Kominfo, bersama pihak terkait dalam hal ini BSSN berhasil membuka data PDNS? Tidak ada informasi, pasalnya, kedua Lembaga dan Kementerian tersebut masih belum memberikan pernyataan resmi.
 
Terkait dengan serangan ransomware, kasih hacker ke PDNS beberapa waktu lalu, 
Konsultan Keamanan Siber Teguh Aprianto di Podcast Close The Door Deddy Corbuzier membuat pernyataan mengejutkan.  Membahas topik yang cukup serius yakni seputar dunia hacker, Teguh menyatakan kalau sistem pertahanan siber pemerintah Indonesia sangat mudah untuk dijebol.
 
"Lu kan bisa ngehack email gw, bukankah ngehack instansi kan lebih sulit?" tanya Deddy Corbuzier seperti dikutip dari channel YouTube Close the Door.
 
Teguh lantas menjawab bahwa hal tersebut bisa dilakukan dengan sangat mudah. Bahkan untuk meretas sistem pertahanan pemerintah, hal tersebut bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit.
 
"Gw ngga butuh lebih dari 5 menit, lo tinggal pilih instansi mana?" kata pendiri Komunitas Hacker Indonesia Ethical Hacker Indonesia tersebut.
 
Teguh Aprianto sendiri merupakan salah satu hacker asal Indonesia yang namanya sudah pamor di kancah internasional. Sebelum kini berkecimpung sebagai praktisi keamanan siber, ia pernah menjadi peretas "bertopi hitam" yang banyak melakukan aktivitas ilegal.
 
Saat ditanya soal situs yang pernah dihack, Teguh menuturkan, hingga saat ini yang paling gampang dimasuki adalah milik pemerintah.
 
"Paling gampang dimasuki memang pemerintah punya, bahkan sampai sekarang jadi mainan," terang Teguh. Dirinya juga menambahkan bahwa anak-anak yang baru belajar hacker, bahkan memulai latihan serangan pada situs milk pemerintah.
 
"Kayak, gua baru belajar, ngetesnya itu di situs itu, tempat mencoba," sebutnya. Dirinya juga bercerita, badan situs milik pemerintah diretas oleh orang Brazil, baginya hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat konyol.
 
Deddy pun merespon dengan cukup kaget jawaban dari Teguh. Ia pun memastikan lagi apakah benar ia mampu meretas email instansi kurang dari 5 menit, dan Teguh dengan sangat yakin mengatakan bahwa ia bisa dengan mudah melakukannya.
 
“Instansi ini akan punya banyak internal akses sistem. Presiden Jokowi kan bilang kita punya ribuan aplikasi. Nah aplikasi itu kan dibuat untuk mengelola banyak hal. Kalau lo cuma masuk dan menyusup (mudah),” ungkapnya.
 
Teguh bahkan menyatakan kasus peretasan Pusat Data Nasional (PDN) bisa dilakukan atau dihack setiap hari. Hal itu semakin membuat Deddy Corbuzier kaget dan semakin bertanya-tanya mengenai masalah tersebut.
 
“Hah…. bisa dihack setiap hari?” tanya Deddy dengan penasaran.
 
“Kasus PDN ini bisa diulang setiap hari kalau kita mau lakuin,” tegasnya.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore