Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Desember 2023 | 16.23 WIB

Google Siapkan Cara Baru untuk Bikin Browser Chrome Jadi Lebih Aman

Ilustrasi: Peramban Google Chrome. (Wired) - Image

Ilustrasi: Peramban Google Chrome. (Wired)

 
JawaPos.com - Bulan depan, Google berencana menguji fitur 'Perlindungan Pelacakan' yang akan membatasi situs web mengakses cookie pihak ketiga yang melacak tindakan Anda di internet. Namun sebelum hal itu terjadi, Google mengaktifkan kemampuan baru yang dikatakan akan membuat Chrome di desktop lebih aman dan cerdas.
 
Menurut Android Authority, Google mengungkapkan bahwa pihaknya meluncurkan beberapa kemampuan baru untuk Pemeriksaan Keamanan, Penghemat Memori, dan grup tab akhir pekan lalu. Tiga dari kemampuan tersebut diluncurkan dan yang keempat akan dirilis dalam beberapa minggu ke depan.
 
Menurut pengumuman tersebut, Pemeriksaan Keamanan untuk Chrome di desktop kini akan berjalan secara otomatis di latar belakang. Fitur ini akan dapat secara proaktif memberi tahu Anda kata sandi mana yang telah disusupi, apakah Anda memiliki ekstensi berbahaya, apakah izin situs perlu diubah, dan apakah Anda menggunakan Chrome versi terbaru.
 
 
Pemeriksaan Keamanan juga mendapatkan kemampuan untuk mencabut izin situs, seperti akses mikrofon jika Anda sudah lama tidak mengunjungi situs tersebut. Kemudian, untuk Penghemat Memori, Google mengizinkan fitur untuk berbagi lebih banyak informasi. 
 
Dengan fitur tersebut, sekarang Google akan memberi tahu Anda berapa banyak memori yang dapat dihemat jika Anda membiarkan tab tidak aktif. Selain itu, ini akan memberi tahu Anda tab mana yang boleh tetap aktif.
 
Perubahan terakhir yang akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan ditujukan untuk fitur grup tab. Ketika sudah tersedia, pengguna akan dapat menyimpan grup tab dan mengaksesnya di perangkat desktop yang berbeda.
 
Seperti sudah disinggung di atas, Google sebelumnya mengumumkan bakal menghentikan pelacakan cookie pihak ketiga. Anthony Chavez, VP - Privacy Sandbox menjelaskan, hal tersebut menjadi upaya meningkatkan privasi pengguna di internet yang merupakan sebuah upaya berkelanjutan.
 
"Itulah sebabnya, di Chrome, kami terus berinvestasi pada fitur-fitur yang melindungi data pengguna dan memberi kontrol lebih besar terkait cara penggunaan data. Upaya ini termasuk melakukan langkah-langkah untuk membatasi pelacakan aktivitas pengguna di berbagai situs," jelasnya melalui keterangannya. 
 
Pada 4 Januari 2024, Google mengklaim akan memulai pengujian Fitur Anti-Pelacakan, sebuah fitur baru yang membatasi pelacakan lintas situs dengan otomatis melarang akses situs ke cookie pihak ketiga. Google juga akan meluncurkan pengujian ini ke satu persen pengguna Chrome di seluruh dunia.
 
"Pengujian ini menjadi pencapaian penting kami dalam inisiatif Privacy Sandbox terkait penghentian cookie pihak ketiga secara bertahap bagi seluruh pengguna pada semester dua tahun 2024, dengan memperhatikan setiap masalah persaingan yang ada dari Otoritas Persaingan dan Pasar (Competition and Markets Authority) di Inggris Raya," imbuh Anthony. 
 
Sebagai informasi, cookie pihak ketiga sudah menjadi bagian penting di internet selama hampir tiga dekade terakhir. Meskipun cookie dapat digunakan untuk melacak aktivitas Anda di situs, cookie juga dapat digunakan situs untuk mendukung pengalaman pengguna saat berinternet, seperti membantu Anda login atau menampilkan iklan yang relevan kepada Anda.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore