Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Oktober 2025 | 00.37 WIB

5 Tips Membeli Motor Listrik Bekas, Begini Cara Cerdas Memilih agar Tak Rugi di Kemudian Hari

Ilustrasi: Motor listrik ringkas Ofero Galaxy 5 Lit. (Istimewa) - Image

Ilustrasi: Motor listrik ringkas Ofero Galaxy 5 Lit. (Istimewa)

JawaPos.com - Dorongan global menuju transportasi rendah emisi kini mulai terasa nyata di Indonesia. Pemerintah gencar menyiapkan ekosistem kendaraan listrik, mulai dari subsidi pembelian, pembangunan SPKLU, hingga kebijakan konversi motor bensin menjadi listrik. 

Tren ini bukan sekadar gaya hidup baru, tetapi bagian dari upaya nasional menekan polusi dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, tidak semua masyarakat langsung beralih ke kendaraan listrik baru yang harganya masih relatif tinggi. 

Banyak yang mulai melirik opsi motor listrik bekas, pilihan yang lebih ramah di kantong, tapi tetap mendukung gerakan elektrifikasi. Permintaan ini meningkat terutama di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, di mana infrastruktur pengisian daya sudah mulai tersedia.

Meski begitu, membeli motor listrik bekas tidak bisa disamakan dengan membeli motor konvensional. Komponen seperti baterai, motor penggerak, dan sistem kelistrikan punya karakteristik berbeda dan memerlukan pemeriksaan lebih teliti.

Kesalahan kecil dalam pengecekan bisa berujung pada biaya perbaikan mahal. Berikut panduan lengkap agar pembeli tidak salah langkah.

Cek Komponen Vital: Baterai dan Motor Penggerak

Baterai adalah jantung utama motor listrik. Periksa usia, riwayat penggunaan, serta pastikan tidak pernah terendam air. Jika memungkinkan, gunakan voltmeter untuk mengetahui kapasitas aktualnya, misalnya baterai 60V seharusnya menunjukkan 68–70V saat penuh.

Selain baterai, perhatikan motor penggerak dan controller. Akselerasi yang tersendat, suara kasar, atau getaran tak wajar bisa menjadi tanda sistem penggerak bermasalah. Hindari motor yang terasa “ngadat” karena ini biasanya menandakan baterai menurun atau controller rusak.

Periksa pula kelistrikan dan charger. Pastikan lampu, klakson, dan indikator berfungsi sempurna. Charger yang cepat panas atau tidak mengisi daya penuh sebaiknya dihindari.

Lakukan Test Ride dan Evaluasi Kondisi Fisik

Sebelum membeli, test ride wajib dilakukan. Rasakan performa tarikan awal, akselerasi, serta respons pengereman. Motor listrik yang sehat akan terasa halus, tanpa suara aneh atau getaran berlebih.

Secara visual, jangan hanya terpaku pada bodi yang mengilap. Periksa rangka, suspensi, rem, dan ban. Tanda karat di dinamo, sambungan soket, atau bagian bawah rangka bisa menunjukkan bekas banjir. Cek pula adanya tanda bekas tabrakan yang bisa memengaruhi kestabilan berkendara.

Pastikan Kelengkapan Dokumen Legal

Kendaraan listrik juga wajib memiliki dokumen sah seperti BPKB dan STNK. Cocokkan nomor rangka dan nomor mesin sesuai data fisik. Jika surat-surat tidak lengkap, sebaiknya urungkan niat karena akan sulit melakukan balik nama atau registrasi ulang.

Perhatikan Riwayat Servis dan Dukungan Purna Jual

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore