
Peluncuran 5G Telkomsel di Bandung pada Senin (21/7). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com-Perkembangan teknologi jaringan generasi kelima atau 5G di Indonesia terus menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satu wilayah terbaru yang kini menikmati konektivitas ini secara lebih luas adalah Bandung Raya.
Kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan, industri kreatif, dan gaya hidup digital ini mulai merasakan kehadiran jaringan 5G Telkomsel yang lebih stabil dan merata.
Sejak awal tahun 2025, jaringan 5G di Bandung telah diperluas secara bertahap, dengan mencakup sejumlah titik penting mulai dari pusat kota hingga wilayah pinggiran.
Berdasarkan data hingga Juli 2025, tercatat setidaknya 172 Base Transceiver Station (BTS) 5G aktif beroperasi di Bandung dan sekitarnya, termasuk Kota dan Kabupaten Bandung, Cimahi, hingga area Bandara Internasional Kertajati.
Jangkauan sinyal ini kini mencakup berbagai koridor utama kota—mulai dari kawasan barat seperti Gate Toll Pasteur dan Jl. Pajajaran, hingga pusat aktivitas masyarakat di Jl. Merdeka dan Jl. Riau, serta daerah timur seperti Jl. Supratman dan Jl. A. Yani.
Artinya, warga Bandung kini bisa mengakses jaringan 5G tanpa terputus di banyak lokasi strategis.
Tak hanya kawasan komersial, jaringan ini juga menjangkau pusat pemerintahan, ruang publik, universitas, stasiun, hingga bandara. Beberapa lokasi yang sudah terhubung 5G antara lain Gedung Sate, ITB, UNPAD, Telkom University, Stasiun KCIC, serta Stadion Gelora Bandung Lautan Api dan beberapa pusat perbelanjaan modern di kawasan ini.
"Sebagai bagian dari transformasi digital nasional, Telkomsel terus menghadirkan ragam solusi 5G yang relevan, terjangkau, dan mudah diakses oleh seluruh segmen pelanggan," ujar Direktur Marketing Telkomsel, Derrick Heng di jumpa pers peluncuran 5G Telkomsel di Bandung, Senin (21/7).
Selain itu, data terbaru menunjukkan bahwa penetrasi perangkat 5G di Bandung Raya sudah mencapai sekitar 23 persen dari total pengguna ponsel, dengan konsumsi data rata-rata harian per pengguna mencapai 202 GB per bulan.
Angka ini menunjukkan respons yang cukup tinggi dari masyarakat terhadap kehadiran jaringan baru tersebut.
Dari sisi teknis, kecepatan unduh maksimum mencapai 730 Mbps, dengan unggah hingga 161 Mbps. Kemudian, tingkat latensi yang lebih rendah dibanding jaringan 4G memungkinkan pengalaman yang lebih baik untuk aktivitas seperti streaming, gim daring, hingga konferensi video.
Di balik pengembangan jaringan ini, teknologi kecerdasan buatan (AI) juga mulai diterapkan untuk pengelolaan jaringan secara otomatis, sebuah pendekatan yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan kestabilan layanan.
Namun demikian, perluasan jaringan ini juga mengundang sejumlah catatan. Sebagian warga masih mempertanyakan kesenjangan akses antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
