Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Juni 2025 | 03.09 WIB

Cara Sederhana Menghindari dan Menanggapi Penipuan AI dengan Tepat

Ilustrasi penipuan AI. (Freepik) - Image

Ilustrasi penipuan AI. (Freepik)

JawaPos.com Dewasa ini Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin masif dimanfaatkan untuk tindak kejahatan.

Salah satu yang sering terjadi yakni, AI digunakan untuk kejahatan berbasis penipuan.

Dengan teknologi seperti kloning suara dan deepfake, penipu bisa meniru suara bahkan wajah orang terdekat untuk meminta uang atau informasi pribadi.

Biasanya, korban menerima telepon dari suara yang terdengar panik, mengaku sebagai anggota keluarga atau teman, dan mendesak agar segera mentransfer dana.

“Mereka menggunakan suara hasil manipulasi dari rekaman yang diambil dari media sosial,” ungkap laporan dari Federal Trade Commission (FTC), dikutip dari NYC.gov.

Oleh karena itu, Anda wajib tahu beberapa tanda khas penipuan berbasis kloning suara:

  • Penelepon muncul tiba-tiba dan mendesak untuk bertindak cepat.

  • Meminta dana melalui metode sulit dilacak, seperti transfer kripto atau kartu hadiah.

  • Menyuruh korban merahasiakan permintaan tersebut.

  • Sedangkan untuk video deepfake, cirinya mencakup gerakan wajah yang tidak alami, ekspresi kaku, dan pilihan kata yang aneh.

    Video ini sering kali digunakan untuk menyamar sebagai figur publik atau lembaga resmi.

    Lalu bagaimana cara menghindari penipuan yang memanfaatkan teknologi AI?

    Mengutip dari laman NYC.gov, dan University of Salford Manchester berikut beberapa cara sederhana untuk menghindari dan menanggapi penipuan AI.

    Hindari Berbagi Informasi Pribadi di Media Sosial

    Informasi yang dibagikan secara publik di media sosial dapat menjadi sumber data bagi pelaku kejahatan.

    Foto, rekaman suara, dan video yang diunggah bisa digunakan untuk membuat kloning suara atau video deepfake.

    Meminimalkan unggahan pribadi dan mengatur privasi akun hanya untuk teman terpercaya bisa mengurangi risiko.

    Hindari membagikan detail seperti nama anggota keluarga, lokasi, atau rutinitas harian yang bisa dimanfaatkan penipu.

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore