
Mewujudkan kedaulatan siber diperlukan upaya serius banyak pihak. (Istimewa).
JawaPos.com - Sudah jadi rahasia umum kalau Indonesia merupakan negara yang lemah dari sisi keamanan siber atau kamsiber-nya. Nggak perlu terlalu dalam membuka data, survei ini dan itu, sudah sama-sama tahu kalau Indonesia langganan jadi korban serangan siber oleh para hacker.
Buktinya, masih banyak kejadian atau insiden siber yang menimpa Indonesia. Kementerian dan lembaga pemerintahan apalagi, sudah berulang kali kena tangan usil para hacker dan terbukti pihak terkait tidak bisa mencegah apalagi menanganinya.
Sampai-sampai, Indonesia kerap dijuluki sebagai "negara open source" oleh netizen di dunia maya. Hal tersebut karena saking seringnya kejadian siber yang melibatkan bobolnya data-data masyarakat.
Untuk itu, diperlukan upaya serius dalam menangani pertahanan siber di Indonesia. Termasuk memahami pentingnya solusi keamanan siber yang terintegrasi.
Apalagi buat para pebisnis, pemilik usaha. Di era bisnis yang semakin berkembang, dunia usaha dan industri menghadapi tantangan keamanan semakin kompleks.
Berbagai risiko, mulai dari pencurian aset, ancaman internal, hingga gangguan operasional yang dapat berdampak pada produktivitas perusahaan. Sistem keamanan yang tidak terintegrasi dengan baik sering kali menyebabkan celah yang berisiko tinggi, sementara solusi konvensional tidak lagi cukup untuk menghadapi ancaman modern.
Satria Djaya Najamuddin, Deputy CEO & Transformation Nawakara mengungkapkan bahwa untuk menjawab kebutuhan ini Nawakara menghadirkan Solusi Keamanan Terintegrasi sebagai sistem keamanan terpadu yang profesional dan berbasis analisis risiko.
“Solusi ini dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal bagi bisnis Anda dengan pendekatan yang menggabungkan tenaga profesional, teknologi keamanan mutakhir, serta metode operasional berbasis standar industri pada masing-masing kebutuhan ecosystemnya. Nawakara memastikan setiap aspek keamanan bekerja secara efisien dan responsif terhadap potensi ancaman,” ujar Satria Djaya di Jakarta, Kamis (17/4).
Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, tambah Satria Djaya, keamanan tidak hanya berfungsi sebagai proteksi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi operasional yang dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha.
“Banyak perusahaan masih mengandalkan sistem keamanan yang bekerja secara terpisah, seperti tenaga keamanan di lapangan, CCTV, dan sistem alarm yang tidak saling terhubung. Pendekatan ini sering kali menyebabkan celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab,” tambah Satria.
Sebagai informasi, sistem keamanan yang terintegrasi memungkinkan dilakukan pencegahan dan penanganan lebih efektif, komprehensif, dan terkoordinasi. Dalam hal ini, Nawakara mengklaim pihaknya menggabungkan tenaga profesional, teknologi keamanan modern, serta metode berbasis analisis risiko untuk menciptakan ekosistem keamanan yang lebih tanggap dan efisien.
Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat mendeteksi, mencegah, dan merespons ancaman dengan lebih cepat, sehingga risiko gangguan operasional dapat diminimalkan.
Dengan sistem keamanan yang lebih terstruktur, benteng perlindungan menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing end user. Sistem keamanan yang lengkap sangat penting diterapkan di berbagai lokasi untuk memastikan pencegahan kejahatan yang komprehensif.
Menurut Satria Djaya, keamanan yang efektif tidak hanya bergantung pada satu elemen, tetapi membutuhkan sistem yang terstruktur dan saling terhubung.
“Solusi keamanan yang terintegrasi Nawakara dirancang dengan pendekatan yang menyeluruh untuk memastikan keamanan bisnis dapat berjalan optimal,” tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
