JawaPos.com - Kalau Anda saat ini pegang smartphone, dapat dipastikan bahwa sistem operasi atau OS yang dipakai adalah Android dari Google. Atau kalau beda, kemungkinan menggunakan iOS dari Apple.
Dua itu saja. Sistem operasi seluler terbesar yang saat ini merajai dunia, Android dan iOS, saat ini tidak memiliki lawan tambahan.
Memang ada dari Huawei dengan HarmonyOS, tapi secara umum, sistem operasi tersebut menggunakan open source Android. Cara kerja, pengalaman pengguna juga mirip dengan menggunakan Android.
Lantas bagaimana dengan Microsoft, raksasa perangkat lunak yang merajai miliaran komputer di seluruh dunia? Kenyataannya tidak demikian.
Sukses di PC, tidak bisa bersaing di mobile. Demikian kira-kira kenyataan yang mesti diterima Microsoft. Kekesalan akibat mesti menerima kenyataan bahwa Microsoft kehilangan akses ke perangkat mobile juga disampaikan oleh pendiri mereka, Bill Gates.
Bill Gates, salah satu pendiri Microsoft, baru-baru ini berbicara tentang kesalahan fatal yang menyebabkan perusahaan tersebut merugi hingga USD 400 miliar. Berbicara di sebuah acara yang diselenggarakan oleh perusahaan ventura Village Global, Gates secara terbuka membahas kegagalan Microsoft untuk mendapatkan pijakan di pasar sistem operasi seluler.
Menurutnya, kesalahan tersebut adalah sebuah kesalahan fatal yang akhirnya justru memungkinkan Android milik Google mendominasi sebagai platform non-Apple.
“Anda tahu, di dunia perangkat lunak, khususnya untuk platform, ini adalah pasar yang pemenangnya akan mengambil semuanya,” Gates menjelaskan dalam percakapannya dengan CEO Eventbrite Julia Hartz, dikutip dari Gizmochina, Rabu (15/1).
“Kesalahan terbesar yang pernah ada adalah kesalahan manajemen apa pun yang saya lakukan yang menyebabkan Microsoft tidak menjadi seperti Android. Android adalah platform standar untuk telepon non-Apple. Itu adalah hal yang wajar bagi Microsoft untuk menang," Gates menerangkan.
Gates juga melakukan perhitungan sederhana bahwa jika Microsoft berhasil merebut posisi kedua terbaik dalam bidang OS seluler, perusahaan tersebut dapat mengklaim bagian kue senilai SD 400 miliar, uang yang justru memperkuat Google.
iPhone besutan Apple memulai debutnya pada bulan Juni 2007, diikuti oleh perangkat yang menggunakan sistem operasi Android pada bulan September 2008. Masuknya Microsoft ke dalam arena telepon pintar, Windows Phone 7, terjadi jauh setelahnya, yaitu pada bulan Oktober 2010.
Saat itu, pasar sistem operasi seluler telah hampir sepenuhnya dikuasai, dengan Android dan iOS secara kolektif mengklaim 99,9 % pangsa pasar. Gates mengakui bahwa keterlambatannya dalam permainan ini telah menentukan nasib Microsoft di bidang seluler.
"Jika Anda hanya memiliki setengah atau 90 persen aplikasi, Anda akan benar-benar hancur," katanya.
Kesalahan langkah Microsoft di bidang seluler sangat kontras dengan dominasinya di pasar PC. Sistem operasi Windows milik perusahaan tersebut mengubah komputasi personal pada tahun 1990-an dan tetap menjadi landasan valuasinya yang mencapai USD 3 triliun.
Namun, seperti yang dikatakan Gates, jika Microsoft berhasil dalam persaingan di bidang seluler, "kami akan menjadi perusahaannya."