Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Juli 2024 | 16.23 WIB

Mitos atau Fakta, Mobil Matik Kalau Mogok Nggak Boleh Didorong? Ini Penjelasannya

Ilustrasi mendorong mobil matik yang mogok sangat tidak disarankan. (Strong Muscle Project) - Image

Ilustrasi mendorong mobil matik yang mogok sangat tidak disarankan. (Strong Muscle Project)

JawaPos.com–Mobil mogok bisa terjadi kapan saja dengan berbagai faktor penyebab. Pemilik mobil akan mendorong mobil ke pinggir jalan atau lokasi lain yang aman.

Namun hati-hati buat Anda yang menggunakan mobil dengan transmisi otomatis atau mobil matik. Ketika mobil matik mogok, dipaksa didorong berisiko merusak komponen transmisi.

Ini bukan mitos. Sebab, meskipun posisi tuas transmisi di N sekalipun, mekanikal dalam transmisi tetap berputar ketika mobil didorong.

Dilansir dari Toyota Astra, roda dan transmisi matik selalu terhubung meskipun mesin mati. Komponen mekanis transmisi seperti kopling, bearing, dan gigi transmisi, bisa rusak lantaran dipaksa berputar, apalagi kalau sampai dalam waktu lama.

Sejatinya transmisi matik mengandalkan sirkulasi oli yang baru bekerja saat mesin hidup. Kalau pelumas sama sekali tidak bersirkulasi, komponen transmisi otomatis yang bergesekan tidak akan terlindungi.

Ketika mobil didorong, sebagian mekanikal transmisi akan berputar tanpa pelumas sehingga berisiko rusak. Hindari mendorong mobil matik yang mogok. Kecuali dalam jarak singkat seperti menepikan mobil ke bahu jalan.

Saat membawa mobil ke bengkel, roda penggerak harus diangkat dan tidak boleh menyentuh aspal supaya tidak memutar transmisi dan mesin.

Solusi paling mudah dan aman adalah dengan menggunakan mobil gendong atau towing. Dengan begitu, roda mobil yang mogok tidak perlu berputar. Informasikan kepada service advisor bengkel resmi seberapa jauh mobil telah didorong saat mogok sebagai antisipasi masalah.

Sementara itu, mengutip Dokter Mobil, pada mobil bertransmisi matik terdapat pompa hidrolik untuk mengalirkan oli transmisi mobil. Pompa hidrolik itu hanya bisa berfungsi saat mesin mobil menyala.

Sehingga jika mobil matik mogok, pompa hidrolik ini tidak akan melanjutkan kinerja dalam menyalurkan oli transmisi mobil. Saat mendorong mobil matik yang mogok, roda akan bergerak. Secara otomatis, sistem transmisi mobil pun akan bergerak pula.

Namun karena pompa hidrolik tidak berfungsi, transmisi mobil tidak akan terlumasi dengan oli transmisi mobil. Hal itu bisa merusak sistem transmisi mobil karena pelumas pada sistem transmisi mobil sangat esensial fungsinya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore