JawaPos.com - Musim Mudik Lebaran Idul Fitri sebentar lagi tiba. Berbagai moda transportasi dipilih masyarakat, mulai dari angkutan umum sampai kendaraan pribadi baik sepeda motor atau mobil.
Momen Mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini juga tampaknya akan banyak kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) berseliweran. Mobil khususnya. Hal ini mengingat selama dua tahun terakhir ini, mobil listrik mulai secara massif dipasarkan kepada publik.
Strategi pemasarannya juga sangat gencar. Tak heran kalau sekarang banyak mobil listrik yang bisa kita lihat di jalanan dari berbagai merek seperti Wuling, Hyundai dan Kia.
Buat pemudik yang ingin menggunakan mobil listrik juga tidak perlu khawatir. Pasalnya, PT PLN (Persero) telah menyiapkan sebanyak 616 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 237 Lokasi di Indonesia untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik selama masa mudik Lebaran 2023.
Darmawan mengatakan, hingga saat ini total ada 616 SPKLU di 237 Lokasi di Indonesia, diantaranya terletak pada rest area jalan tol di jalur mudik yakni di 9 titik di Tol Trans Jawa, dan 6 titik di Tol Trans Sumatra.
Adapun sembilan lokasi SPKLU di rest area Tol Trans Jawa di antaranya:
- Rest Area Kilometer 519 A (Solo-Ngawi).
- Rest Area KM 519 B (Ngawi-Solo).
- Rest Area KM 389 B (Batang-Semarang).
- Rest Area KM 379 A (Semarang-Batang).
- Rest Area KM 626 B (Kertosono-Madiun).
- Rest Area KM 207 A (Palikanci), Rest Area 208 B (Palikanci).
- Rest Area KM 10,6 Tol Jagorawi, dan Rest Area KM 6 (Jakarta-Cikampek).
Selanjutnya, untuk SPKLU di Tol Trans Sumatera yang bisa digunakan untuk ngecas EV Anda yakni:
- Rest Area KM 20 B Lampung (Tol Bakauheni-Kayu Agung).
- Rest Area KM 49 A Lampung-Palembang.
- Rest Area KM 163 A Lampung Tengah.
- Rest Area KM 172 B Tulang Bawang Barat.
- Rest Area KM 269 Terpeka (Tol Bakauheni-Kayu Agung).
- Rest Area KM 277 Terpeka (Tol Bakauheni-Kayu Agung).
Dalam mengantisipasi momen Mudik Lebaran Idul Fitri 1444 H, Jasa Marga juga menambah empat SPKLU tambahan itu ada di rest area KM 456 A Tol Semarang-Solo, rest area KM 88 A dan B Tol Cipularang-Padaleunyi, serta rest area KM 57 A dan KM 62 B Tol Jakarta-Cikampek.
Jarak yang Mesti Diperhatikan
Kendati sudah dijamin ketersediaan SPKLU di sepanjang rute Mudik favorit menuju sepanjang daerah di Pulau Jawa sampai Surabaya. Dan juga rute di Tol Trans Sumatera, para pemudik yang akan Mudik dengan mobil listrik tetap harus memperhatikan beberapa hal.
Selain tentunya jarak, menyesuaikan dengan rentang kemampuan jelajah masing-masing mobil listrik yang dimiliki, rute dan jam keberangkatan juga wajib dipertimbangkan. Hal ini mengacu pada potensi kemacetan di jalan yang jelas berpengaruh pada jarak yang bisa ditempuh mobil listrik.
Mobil listrik milik Hyundai misalnya, mobil listrik Hyundai yang cukup fenomenal yaitu Kona Electric dan Ioniq Electric menjadi dua model dari Hyundai yang saat ini banyak mengaspal di jalanan. Mobil Hyundai Kona Electric diklaim menjadi mobil tanpa bensin yang bisa melaju hingga jarak 289-345 km dalam sekali pengisian daya saja sementara Hyundai Ioniq terjauh bisa melaju sampai 375 km.
Jika pemikik start dari Jakarta menuju tujuan di daerah Surabaya, via Tol Trans Jawa, total jaraknya yang mesti ditempuh adalah 789 km. Artinya, kebanyakan mobil listrik Hyundai harus mengisi ulang baterainya setidaknya sekali, atau dua kali kalau mau aman dalam rentang jarak yang sudah dihitung.
Untuk Hyundai Kona dan Ioniq varian tertinggi, setengahnya jika tidak sampai benar-benar habis bisa memilih SPKLU di Tol Trans Jawa Rest Area KM 207 A (Palikanci), Rest Area 208 B (Palikanci). Sementara Hyundai Kona yang hanya mampu menempuh jarak di angka kurang dari 300 km disarankan untuk sudah mulai mengisi di Rest Area KM 10,6 Tol Jagorawi.
Menuju Surabaya, pengisian selanjutnya tinggal menyesuaikan dengan lokasi SPKLU berikutnya sesuai kemampuan daya jelajah mobil listrik yang Anda bawa. Bisa di Rest Area Kilometer 519 A (Solo-Ngawi), Rest Area KM 519 B (Ngawi-Solo) atau yang terdekat di Rest Area KM 389 B (Batang-Semarang).
Untuk mobil listrik Wuling yakni Wuling AirEV, kemampuan jelajahnya juga mirip-mirip dengan dua rivalnya yakni Hyundai dengan Kona dan Ioniq Electric. Wuling AirEV yntuk tipe standard range, bisa menjangkau 200 km sementara untuk tipe long range bisa menjangkau 300 km.
Kia juga punya mobil listrik yakni EV6, jarak yang bisa ditempuh mobil ini dalam sekali pengisian daya konon berada di angka 400 km. Artinya, perbedaannya sedikit saja dengan mobil listrik Hyundai dan Wuling.
Ketersediaan SPKLU dan Lama Pengecasan
Kendati jumlah SPKLU dijamin oleh pemerintah sudah memadai untuk mengawal kebutuhan musim Mudik Lebaran Idul Fitri dengan mobil listrik, pemilik mobil listrik tampaknya tetap perlu berpikir ulang jika ingin mengahak EV-nya mudik ke kampung halamannya.
Misalnya rute, apakah macet atau tidak. Hal ini penting mengingat sekalipun macet dan tidak bergerak, daya baterai mobil listrik tetap terkuras. Pada akhirnya ini mengurangi kemampuan rentang jelajah mobil listrik yang ditawarkan pabrikan.
Angka di atas kertas bisa jadi berbeda dengan kondisi di lapangan. Gaya berkendara, beban muatan dan kondisi jalan berpengaruh pada kemampuan jelajah mobil listrik. Ini juga perlu diingat.
Dan lagi, jumlah SPKLU di lokasi yang sudah disebutkan di atas juga bisa saja berubah. Apakah harus antre dengan pemilik mobil listrik lainnya atau tidak, kosong dan bisa langsung digunakan atau tidak.
Faktor lainnya adalah lama pengisian daya baterai. Kendati beberapa tipe mobil bisa melakukan fast charging atau pengisian cepat, kemampuan SPKLU mengawal fitur tersebut juga masih belum diketahui. Jadi bisa saja pengisian normal yang ditawarkan dengan angka rata-rata paling sebentar empat jam.
Mudik dengan mobil listrik mungkin bisa penuh gaya, tapi mengingat kondisi dan infrastruktur di lapangan belum memadai, bisa jadi lama waktu tempuhnya jadi lebih lama ketimbang mobil bermesin pembakaran konvensional yang bisa menjumpai SPBU hampir di sepanjang jalur Tol Trans Jawa.
Tertarik Mudik Lebaran Idul Fitri dengan mobil listrik? Silakan pertimbangkan dulu lokasi SPKLU dan situasi lalu lintas yang akan Anda lalui.