
Perempuan yang sedang bekerja dengan laptopnya di pantai. (svetlanasokolova/Freepik)
JawaPos.com - Kemajuan zaman digital memberikan berbagai istilah baru, termasuk pada bidang pekerjaan. Salah satu istilah yang muncul karena kecanggihan internet ini, yaitu digital nomad.
Dilansir dari laman nhglobalpartners.com, digital nomad adalah seseorang yang bekerja di mana saja dengan bebas, tidak terikat dengan lokasi tertentu. Istilah ini dimaksudkan untuk pekerja jarak jauh yang selalu berpindah-pindah tempat di mana saja.
Baca Juga: 13 Judul Lagu Terbaik Dalam Debut Solo Jin BTS
Digital nomad bisa dengan bebas untuk menjelajahi tempat-tempat baru, bahkan di dunia sambil bekerja, selama ada fasilitas yang dibutuhkan. Hal itu memang terdengar seperti impian banyak orang. Menjelajahi dunia dengan karir tetap berjalan.
Faktanya, berdasarkan data yang dirilis oleh Harvard Business Review, terjadi peningkatan jumlah digital nomad di Amerika Serikat menjadi 10,9 juta pada 2020 (naik 49% dari 2019). Angka ini terus meningkat menjadi 15,5 juta pada 2021. Diperkirakan sebanyak 44% digital nomad berusia antara 26 - 41 tahun, dengan sekitar 21% di antaranya berusia sekitar 32 tahun.
Baca Juga: Ketahui Manfaat Lidah Buaya untuk Atasi Bibir Pecah dan Kering Secara Alami
Gaya hidup digital nomad telah menjadi sangat populer di kalangan pekerja jarak jauh. Tidak heran, karena sejak pandemi banyak orang sudah bekerja dari rumah dan terlanjur nyaman dengan gaya hidup barunya.
Dilansir dari laman theworldwanderers.com, menjadi digital nomad perlu membutuhkan usaha yang ekstra, seperti tabungan, pekerjaan yang sesuai, dan keberanian untuk bertualang. Adapun pro dan kontra dari gaya hidup satu ini.
Baca Juga: Bakal Ada Project Baru, Marsha Aruan Mulai Melakukan Diet
Keuntungannya, Anda dapat bertualang, memperoleh teman dari latar belakang yang bervariasi, jadwal fleksibel, menikmati keindahan alam, mempelajari budaya, bahasa, dan keterampilan baru.
Kekurangannya, dapat mengurangi produktivitas, stabilitas sulit dicapai, dan kemungkinan bisa menjadi lelah karena harus menyesuaikan tempat yang terus berubah.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
