
Gubernur Kaltim Isran Noor. (Dok. Kaltim Post)
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) sudah menetapkan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, sebagai lokasi calon ibu kota negara baru. Bagaimana respons dan persiapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur? Berikut wawancara wartawan Jawa Pos Folly Akbar dengan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor setelah bertemu Jokowi di Jakarta kemarin (26/8).
---
Presiden akhirnya menetapkan Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru, apa tanggapannya?
Kita bersyukur, itu bagian dari kontribusi rakyat Kaltim untuk menyiapkan lahan buat kepentingan bangsa dan negara. Sebuah lokasi ibu kota.
Sambutan dan harapan masyarakat sekitar sejauh ini seperti apa?
Pertama, bahagia, berbangga. Ibu kota kan simbol identitas bangsa dan negara. Semua akan merasakan positif.
Apa sih kelebihan Kalimantan Timur dibanding provinsi lainnya di Kalimantan?
Gak ada masalah kelebihan, ini kan bukan soal kontes atau membandingkan.
Sudah sejauh mana persiapannya dan bagaimana dukungan Pemprov Kalimantan Timur?
Kita pasti siap. Lahannya, menurut saya, sudah memenuhi syarat di Bukit Soeharto. Kita siap mendukung dan siap berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Kan fasilitas sudah ada. Ada dua bandara bertaraf internasional di Samarinda dan Balikpapan. Kemudian, ada jalan tol Samarinda–Balikpapan dan sebaliknya. Itu juga fasilitas yang menurut saya ada.
Setelah ditetapkan, apa yang akan dikerjakan pemprov?
Pertama, kita menyiapkan atau membuat payung hukum sementara. Namanya membuat sebuah peraturan gubernur penataan kawasan hukum nonkomersial. Jadi, gak bisa diperjualbelikan. Ini untuk mengantisipasi rencana-rencana orang yang mau berspekulan lahan dan tanah.
Apakah lokasi calon ibu kota tidak terhambat oleh status Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto?
Saya tegaskan bahwa Tahura Bukit Soeharto bukan hutan lindung. Tetapi, hutan produksi, bekas HPH (Hak Pengusahaan Hutan) milik Inhutani. Kawasan hutan lindung terdapat di sisi selatan Tahura Bukit Soeharto. Namanya Sungai Wain dan Bukit Bangkirai. Kalau di Tahura Bukit Soeharto enggak (hutan lindung), tetapi hutan produksi.
Adapun kondisi Tahura Bukit Soeharto saat ini, telah digunakan masyarakat untuk berkebun atau membuka lahan. Aktivitas itu ilegal. Ada juga tambang batu bara. Makanya lubang tambang banyak di sana (Tahura Bukit Soeharto). Kira-kira, kalau (Tahura Bukit Soeharto) dijadikan ibu kota, mirip Canberra (Australia). Eks tambang, ada danau.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022