Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Mei 2026 | 21.45 WIB

Hantavirus dan Kepanikan Publik, Ketika Ketakutan Lebih Cepat Menyebar daripada Virus

Prima Trisna Aji

VIRUS mematikan dari tikus, ancaman pandemi baru, hingga isu kematian mendadak akibat paparan lingkungan kotor.

---

Begitulah video pendek dengan narasi menyeramkan ramai di media sosial. Dari video itu kata Hantavirus mendadak viral. Dalam hitungan jam, jutaan orang membagikan video tersebut tanpa benar-benar memahami apa itu Hantavirus.

Panik pun Menyebar

Sebagian masyarakat mulai takut membersihkan gudang rumah. Khawatir menyentuh kardus lama, bahkan ada yang mengaitkan semua gejala demam dengan Hantavirus. Fenomena ini menunjukkan satu kenyataan pahit di era digital: ketakutan kini bergerak jauh lebih cepat daripada edukasi kesehatan.

Padahal, dunia medis sebenarnya telah lama mengenal Hantavirus. Virus ini ditularkan melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Penyakit ini memang berbahaya, terutama bila terlambat ditangani, namun bukan berarti setiap keberadaan tikus otomatis menjadi ancaman pandemi global seperti yang digambarkan media sosial.

Masalah terbesar kita hari ini bukan hanya virus, melainkan cara masyarakat menerima informasi kesehatan.

Kita hidup di zaman ketika satu video TikTok berdurasi 30 detik bisa mengalahkan penjelasan ilmiah berlembar-lembar dari tenaga medis. Semakin dramatis narasinya, semakin besar peluangnya menjadi viral. Akibatnya, publik lebih mudah percaya pada rasa takut daripada data.

Mengingatkan Publik Pada Tragedi Sebelumnya

Pada 1993 di wilayah Four Corners, Amerika Serikat, dunia sempat dikejutkan oleh kematian misterius sejumlah anak muda sehat secara mendadak. Mereka mengalami sesak napas berat dan meninggal hanya dalam waktu singkat.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore