Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 23.41 WIB

Persepsi Guru Terkait Model Sains Teknologi Masyarakat Guna Tingkatkan Hasil Pada Pembelajaran Sains

Gambar utama - Image

Gede Yohannes Arygunartha,S.Pd.,M.Pd Fis. (Istimewa).
Oleh : Gede Yohannes Arygunartha,S.Pd.,M.Pd Fis *)

PENDIDIKAN  tidak hanya sebagai salah satu alat yang digunakan untuk mengembangkan pengetahuan di sekolah, tetapi juga digunakan sebagai aspek pembelajaran. Salah satu aspek pendidikan yang digunakan di era globalisasi pada saat ini adalah pembelajaran PAIKEM. PAIKEM singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. 

Menurut Permendiknas No 41 Tahun 2007 tentang standar proses juga dinyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran harus dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik.

Hasil belajar adalah suatu hasil yang diperoleh dari proses belajar yang dapat menjadi ukuran kemampuan seseorang dalam memahami pelajaran yang hasilnya diperoleh tersebut. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku di dalam diri manusia. 

Kegiatan belajar menghasilkan berbagai macam tingkah laku yang berlainan, seperti pengetahuan, sikap, keterampilan, kemampuan, informasi, dan nilai. Berbagai macam tingkah laku yang berlainan inilah yang disebut sebagai hasil belajar.

Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa dalam proses belajar, yang dapat diukur dengan menggunakan tes, kuis, ujian, atau penilaian lainnya. Prestasi belajar dapat mencerminkan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran, mengaplikasikan konsep, mengembangkan keterampilan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Prestasi belajar dapat berupa nilai numerik atau kategori tertentu, seperti A, B, C, atau D.

Dalam hal mengaplikasikan konsep, tentunya siswa sebelum mengikuti proses pembelajaran telah memiliki pengetahuan awal yang  berbeda-beda. Untuk mengubahkan adalah dengan memberikan konsep yang baru kepada siswa melalui proses dissatisfaction, intelligible, plausible, dan fruitful. 

Konsepsi baru tersebut harus memenuhi empat syarat agar mampu menggugah pebelajar yang masih miskonsepsi, yaitu 1) dissatisfaction, 2) intelligible, 3) plausible, dan 4) fruitful. 

Konsepsi baru harus mampu menumbuhkan motivasi bagi siswa bahwa konsepsi awal yang miskonsepsi tersebut kurang tepat untuk menjelaskan suatu konsep yang dipelajari sehingga muncul ketidakpuasan dalam diri siswa terhadap konsepsi awal yang dimiliki.

Konsepsi baru juga haruslah jelas dan mudah dimengerti (intelligible) dan bermakna (meaningful) bagi siswa untuk  mampu memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi sehingga siswa semakin merasakan kebermanfaatan konsep baru tersebut.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore