
dr. Adi Pratama Putra P., MHPE, FFRI. (Istimewa).
DI BALIK CITRA mahasiswa kesehatan sebagai kelompok "unggul", sesungguhnya tersembunyi krisis yang tidak lagi bisa dianggap normal. Data global menunjukkan lebih dari sepertiga mahasiswa kedokteran mengalami depresi dan kecemasan, sementara sebagian melaporkan ide bunuh diri dalam satu tahun terakhir. Situasi ini bukanlah hanya anomali individu semata, namun Ini adalah suatu pola yang sistemik.
Masalahnya bukan sekadar beban belajar yang berat. Sistem pendidikan kesehatan saat ini dibangun di atas asumsi keliru, yaitu semakin banyak informasi diberikan maka semakin kompeten lulusan yang dihasilkan. Banyak yang tidak menyadari bangunan asumsi ini sangat keliru karena realita justru menunjukkan sebaliknya. Mahasiswa dijejali materi tanpa mekanisme integrasi. Mereka menghafal, tetapi tidak memahami. Mereka lulus ujian, tetapi tidak siap menghadapi pasien.
Kondisi ini diperparah oleh burnout kronis, yaitu kelelahan emosional yang sesungguhnya bukan hanya isu psikologis, tetapi berdampak langsung pada fungsi kognitif. Sejumlah penelitian pendidikan telah menemukan dampak kognitif dari burnout seperti konsentrasi menurun, memori melemah, dan kemampuan pengambilan keputusan yang terganggu. Dalam konteks klinis, ini bukan lagi persoalan akademik, melainkan risiko keselamatan pasien. Tentu akan menjadi tidak bijak bila keselamatan pasien dibebankan kepada calon tenaga kesehatan yang telah mengalami kelelahan emosional sejak masa pendidikan.
Sesungguhnya akar masalah ini terletak pada desain pendidikan yang tidak selaras dengan cara manusia belajar. Proses belajar masih didominasi pengulangan pasif seperti membaca ulang dan menandai teks yang pada akhirnya hanya menciptakan ilusi pemahaman. Sementara itu, asesmen atau ujian lebih banyak mengukur kemampuan mengenali jawaban benar daripada menghasilkan penalaran. Desain pendidikan membuat para mahasiswa kesehatan dilatih memilih, bukan untuk berpikir.
Fragmentasi kurikulum memperburuk desain pendidikan institusi kesehatan di Indonesia. Masih banyak ditemukan institusi pendidikan yang menggunakan desain kurikulum Ilmu dasar dan ilmu klinik yang terpisah, sehingga mahasiswa gagal membangun kerangka sebab-akibat. Hal ini membuat kesulitan pada mahasiswa kesehatan ketika mereka dihadapkan pada kasus nyata karena perlu waktu tambahan dalam menerapkan pengetahuan yang dimiliki.
Solusi untuk menghentikan krisis sesungguhnya tidak cukup dengan menambah jam belajar atau memperketat seleksi mahasiswa kesehatan. Saat ini yang lebih dibutuhkan adalah perubahan mendasar yaitu peralihan desain belajar menjadi recall aktif dan penalaran, bukan sekadar paparan informasi. Selain itu, integrasi lintas disiplin harus menjadi inti, bukan pelengkap. Terakhir, asesmen perlu didesain untuk menguji cara berpikir, bukan hanya daya ingat jangka pendek.
Baca Juga:Biaya UKT Jalur Mandiri Tertinggi Fakultas Kedokteran Gigi UI Capai Rp 20 Juta dengan IPI Rp 95 Juta
Jika reformasi desain pendidikan kesehatan tidak dilakukan, sistem akan terus memproduksi lulusan yang tampak kompeten di atas kertas, tetapi rapuh dalam praktik. Krisis ini tidak terlihat karena dapat tersembunyi dengan sempurna di balik nilai dan gelar. Namun dibalik persembunyianya, dampak yang ditimbulkan sangat amat nyata karena bukan hanya bagi mahasiswa, tetapi bagi kualita pelayanan kesehatan di Indonesia.
*) Akademisi Universitas Warmadewa
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Catatan Buruk Los Che Bisa Berlanjut di El Sardinero
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan
Prediksi Skor Troyes vs Marseille: Les Phoceens Bidik Pesta Gol, Misi Keluar dari Zona Degradasi!
Prediksi Skor Real Betis vs Osasuna: Rekor Pertemuan Berpihak kepada Los Verdiblancos
Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Real Sociedad vs Deportivo La Coruna: Tuan Rumah Bidik Kemenangan di La Liga
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Freiburg vs Schalke 04 di Bundesliga: Tim Tamu Punya Misi Memutus Tren Buruk

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022