Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Juni 2025 | 22.52 WIB

Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Haji Mabrur

Apa sesungguhnya makna haji mabrur? Dalam riwayat sahabat Jabir r.a., Rasulullah SAW bersabda bahwa haji mabrur ditandai dengan dua hal: memberi makan orang lain—terutama fakir miskin dan keluarga dekat—dan bertutur kata dengan lembut.

Inilah pelajaran penting. Kesalehan yang paripurna tidak hanya tampak dari kuatnya ibadah mahdhah (ibadah langsung kepada Allah), tetapi juga dari kepedulian kepada sesama. Sufisme mengajarkan bahwa cinta kasih terhadap manusia, lingkungan, dan keluarga adalah bentuk tertinggi dari ibadah.

Di kompleks makam As-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani r.a., dapur umum masih berfungsi hingga kini. Setiap hari, makanan dibagikan kepada anak yatim, fakir miskin, musafir, dan para jemaah beliau.

Itulah warisan para wali dan tokoh besar kita: tidak hanya menyampaikan nasihat, tapi juga wa ‘amilush shalihât, yakni orang-orang yang berbuat baik dan membawa manfaat.

Doa dari Tanah Suci

Semoga di bulan yang baik ini, di hari-hari terbaik ini, kita semua tergolong sebagai orang-orang saleh—baik secara lisan (qawliyah), perbuatan (fi’liyah), maupun amalan hati (‘amaliyah).

Semoga kita bisa mengerjakan ibadah dengan sebaik-baiknya dan meraih predikat haji mabrur.

Dari Tanah Suci, saya mendoakan agar masyarakat Jawa Timur, dan seluruh rakyat Indonesia, senantiasa dalam keadaan guyub rukun, aman, tenteram, dan sejahtera.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

*) Khofifah Indar Parawansa, Jemaah Haji Indonesia 2025, Gubernur Jawa Timur. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore