
Ahmad Sahidah
Akhirnya, neraca politik pesantren adalah timbangan yang hendak menjaga bandul jam terus bergerak dinamis agar kekuasaan tunduk pada konstitusi dan cita-cita luhur, yakni kemakmuran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai bagian dari kultur keindonesiaan, pesantren telah berhasil menyesuaikan dirinya dengan perkembangan terbaru dan turut memikirkan isu-isu nasional dan bahkan internasional. Namun, ia tetap berpijak pada nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khas. Tentu eksistensi pondok melampaui batas-batas politik elektoral karena ia menyatukan. (*)
*) AHMAD SAHIDAH, Dosen Program Pascasarjana Universitas Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
