Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2023 | 18.31 WIB

Akhir Sejarah Perlawanan Palestina?

IBNU BURDAH - Image

IBNU BURDAH

Jika tujuan Israel tercapai atau tercapai sebagian besar saja sehingga infrastruktur Hamas nyaris lumpuh atau melemah signifikan, apakah perlawanan Palestina terhadap Israel di waktu yang akan datang akan berhenti? Mafhum bahwa Hamas belakangan ini jadi simbol perlawanan Palestina.

Sebelum tahun 1990-an, gerakan yang jadi ikon perlawanan Palestina adalah PLO yang terutama diisi oleh tokoh-tokoh Fatah, pesaing Hamas saat ini. Tokoh-tokoh PLO sudah malang melintang melakukan perlawanan panjang dengan berpindah-pindah base camp di berbagai negara Arab, tapi itu tidak menghasilkan apa-apa.

Lumpuhnya kekuatan Hamas, jika benar terjadi, tidak akan berarti perlawanan Palestina habis. Persoalan Palestina-Israel tak akan terselesaikan dengan timah-timah mentah seperti perang sinting kali ini. Lumpuhnya Hamas, jika terjadi, hanya akan melahirkan cara dan pola perlawanan baru yang bisa jadi lebih ganas daripada sekarang ini.

Kunci untuk menghentikan aksi perlawanan senjata Palestina adalah keadilan ditegakkan. Israel harus menunjukkan komitmen kuat dan dapat dipercaya bahwa hak-hak Palestina akan benar-benar dipenuhi meskipun secara bertahap, dan Palestina juga memberikan pengakuan yang sungguh-sungguh terhadap Israel meskipun secara bertahap juga.

Jika ada proses penyelesaian masalah secara serius dan ada hasil yang nyata dan dapat dirasakan kedua pihak, maka opsi perlawanan senjata yang mengorbankan banyak nyawa tak akan menarik lagi. Apalagi jika taraf kesejahteraan bangsa Palestina membaik dan kehidupan masyarakat Israel makin aman. Aksi-aksi perlawanan senjata tak akan banyak diminati oleh para pemuda Palestina.

Namun, jika sikap Israel masih ’’songong’’ seperti selama ini, akibatnya bisa fatal. Organisasi-organisasi perlawanan Palestina yang lain akan berkembang cepat untuk menawarkan ’’program’’ menghabisi Israel.

Selain Hamas, ada kelompok-kelompok milisi kuat di Gaza yang sewaktu-waktu bisa memainkan peran seperti Hamas dan mungkin lebih ganas. Seperti Saraya al-Quds, Kataib Syuhada al Aqsha, Kataib al-Muqawamah al-Filisthiniyyah, Kataib al-Mujahidin, dan lain-lain. Lingkaran kekerasan kemudian tak akan menemukan ujungnya. (*)


*) IBNU BURDAH, Guru Besar Kajian Timur Tengah UIN Sunan Kalijaga

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore