
IBNU BURDAH
Jika tujuan Israel tercapai atau tercapai sebagian besar saja sehingga infrastruktur Hamas nyaris lumpuh atau melemah signifikan, apakah perlawanan Palestina terhadap Israel di waktu yang akan datang akan berhenti? Mafhum bahwa Hamas belakangan ini jadi simbol perlawanan Palestina.
Sebelum tahun 1990-an, gerakan yang jadi ikon perlawanan Palestina adalah PLO yang terutama diisi oleh tokoh-tokoh Fatah, pesaing Hamas saat ini. Tokoh-tokoh PLO sudah malang melintang melakukan perlawanan panjang dengan berpindah-pindah base camp di berbagai negara Arab, tapi itu tidak menghasilkan apa-apa.
Lumpuhnya kekuatan Hamas, jika benar terjadi, tidak akan berarti perlawanan Palestina habis. Persoalan Palestina-Israel tak akan terselesaikan dengan timah-timah mentah seperti perang sinting kali ini. Lumpuhnya Hamas, jika terjadi, hanya akan melahirkan cara dan pola perlawanan baru yang bisa jadi lebih ganas daripada sekarang ini.
Kunci untuk menghentikan aksi perlawanan senjata Palestina adalah keadilan ditegakkan. Israel harus menunjukkan komitmen kuat dan dapat dipercaya bahwa hak-hak Palestina akan benar-benar dipenuhi meskipun secara bertahap, dan Palestina juga memberikan pengakuan yang sungguh-sungguh terhadap Israel meskipun secara bertahap juga.
Jika ada proses penyelesaian masalah secara serius dan ada hasil yang nyata dan dapat dirasakan kedua pihak, maka opsi perlawanan senjata yang mengorbankan banyak nyawa tak akan menarik lagi. Apalagi jika taraf kesejahteraan bangsa Palestina membaik dan kehidupan masyarakat Israel makin aman. Aksi-aksi perlawanan senjata tak akan banyak diminati oleh para pemuda Palestina.
Namun, jika sikap Israel masih ’’songong’’ seperti selama ini, akibatnya bisa fatal. Organisasi-organisasi perlawanan Palestina yang lain akan berkembang cepat untuk menawarkan ’’program’’ menghabisi Israel.
Selain Hamas, ada kelompok-kelompok milisi kuat di Gaza yang sewaktu-waktu bisa memainkan peran seperti Hamas dan mungkin lebih ganas. Seperti Saraya al-Quds, Kataib Syuhada al Aqsha, Kataib al-Muqawamah al-Filisthiniyyah, Kataib al-Mujahidin, dan lain-lain. Lingkaran kekerasan kemudian tak akan menemukan ujungnya. (*)
*) IBNU BURDAH, Guru Besar Kajian Timur Tengah UIN Sunan Kalijaga

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
