
Ibnu Yunianto, pemimpin redaksi Jawa Pos Koran
EMPAT orang yang hadir dalam perjamuan di istana kemarin (30/10) kompak mengenakan batik.
Jokowi tampak mengenakan batik motif lokcan (luk cuan) khas Indramayu. Motif lokcan cenderung lazim ditemukan di wilayah pesisir seperti di Indramayu, Cirebon, dan Lasem. Namun, motif lokcan juga ditemukan di wastra Bali, Sumba, Lombok, hingga Sumatera Barat.
Lokcan pada dasarnya merupakan penggambaran burung phoenix atau burung hong dengan berlatar belakang krem atau putih. Burung lokcan digambarkan sebagai burung yang hanya muncul di masa damai dan menjadi perlambang kebajikan, keberuntungan, keberhasilan, prestasi, dan keabadian. Presiden Jokowi bukan kali pertama mengenakan batik bermotif lokcan. Saat membuka Gelar Batik Nusantara 2023 pada Agustus lalu, Jokowi juga mengenakan batik bermotif lokcan.
Sementara itu, ketiga calon presiden yang hadir kompak mengenakan batik bermotif parang.
Anies Baswedan mengenakan batik sogan parang barong dengan motif grudo atau gurda. Parang barong merupakan jenis parang strata tertinggi yang lazim digunakan kalangan ningrat atau keluarga kerajaan di masa lampau. Parang barong melambangkan kebijaksanaan, kearifan, dan suri teladan. Sedangkan motif gurda melambangkan kekuasaan dan keperkasaan. Motif yang menggambarkan makhluk mitologi garuda itu pada masa lampau hanya dikenakan seorang raja karena melambangkan kekuatan, pusat kekuasaan, berwatak panutan, dan berperilaku luhur.
Ganjar Pranowo mengenakan batik parang lereng bermotif udan liris bernuansa jambon. Parang lereng diciptakan Panembahan Senopati yang terinspirasi dari pergerakan ombak yang menyapu pantai dan simbol dari keteguhan hati seorang pemimpin. Motif udan liris atau hujan gerimis bermakna menyejukkan. Motif udan liris bermakna pemakainya siap menghadapi segala ujian dan cobaan dalam kehidupan.
Parang lereng, udan liris, kawung, dan parang barong pada 1785 sempat dinyatakan sebagai batik larangan. Artinya, hanya boleh dikenakan kalangan tertentu. Tiga motif itu hingga kini tidak boleh dikenakan pengunjung Keraton Jogja, Keraton Solo, dan Pura Mangkunegaran.
Sementara itu, Prabowo kemarin mengenakan batik parang kusuma atau motif bunga yang mengandung makna hidup harus dilandasi perjuangan untuk mencapai keharuman lahir batin. Bagi orang Jawa, tujuan hidup bermasyarakat adalah mencari keharuman pribadi tanpa meninggalkan norma dan kesopanan agar terhindar dari bencana lahir dan bencana batin.
Keempat kesatria yang mengenakan wastra berfalsafah tinggi tersebut kemarin bertemu, berbincang, dan bersantap bersama dalam suasana yang cair. Delapan jenis makanan disajikan Jokowi sebagai tuan rumah. Delapan yang dalam angka dituliskan sebagai 08. Tak seperti motif batik yang bermakna semiotis tinggi, 08 adalah kode yang lekat dengan Prabowo, capres yang berpasangan dengan putra tuan rumah. (*)

7 Kebiasaan Malam Orang yang Tidak akan Pernah Berhasil dalam Hidup Menurut Psikologi
7 Kuliner Cwie Mie Terenak di Malang, Kuliner Ikonik dengan Cita Rasa Otentik
Kasus Penipuan ASN di Gresik Menghadirkan Fakta Baru, Pegawai DPMD Mengaku Jadi Korban
Kronologi Kasus Pelecehan Seksual FH UI, 16 Mahasiswa Terduga Pelaku Disidang Terbuka
13 Rekomendasi Mie Ayam Enak di Jogja, Kuliner Kaki Lima yang Rasanya Bak Resto Bintang Lima
Momen Terduga Pelaku Pelecehan di FH UI yang juga Anak Polisi Dikonfrontasi Mahasiswa
8 Rekomendasi Kuliner Bebek Terenak di Jogja: Sambal Menyala, Porsi Melimpah dan Rasa Istimewa
Tak Perlu ke Jogja, 12 Tempat Kuliner Gudeg Ini Ada di Malang yang Juga Istimewa dan Rasanya Juara
12 Kuliner Nasi Pecel Enak di Jember, Perpaduan Sayur Segar, Rempeyek dan Bumbu Kacang yang Sedap
Jangan Ketinggalan! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026
