Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Februari 2021, 17.01 WIB

Ada Banyak "Emas", tapi Perlu Kerja Keras

ILUSTRASI IMLEK 2021 - BUDIONO/JAWA POS - Image

ILUSTRASI IMLEK 2021 - BUDIONO/JAWA POS

JIKA tahun lalu logam berada di atas air karena elemen air lebih banyak di shio tikus logam, tahun ini logam berada di atas tanah karena shio kerbau logam mempunyai unsur tanah.

Saat kembali mengingat setahun lalu, sebenarnya apa yang bisa terjadi saat logam berada di atas air? Logam itu tentu akan tenggelam karena masanya lebih berat.

Dalam bahasa yang kita kenal saat ini, hal itu disebut krisis ekonomi. Begitulah yang terjadi selama 2020 akibat pandemi Covid-19.

Lalu, bagaimana dengan 2021? Tahun ini memang sama-sama tahun logam. Tapi, berbeda shio. Shio kerbau punya unsur tanah yang kuat. Jika diartikan, logam ini akan duduk di tanah dan tidak lagi tenggelam.

Namun, prediksi logam atau emas ini kelihatan di atas permukaan tanah, yang artinya mudah digapai, tidaklah 100 persen. Bisa juga logam ini berada di dalam tanah yang mengharuskan kita bekerja keras dulu dengan menggalinya.

Artinya, pada 2021 ini kita perlu usaha ekstra untuk mengambil ’’emas’’ itu dari dalam tanah. Seperti mencari harta karun, Anda harus mencangkul, baru harta karun tersebut bisa didapat.

Itu juga bisa diartikan bahwa pada 2021 ini kita semua harus siap kerja keras. Seperti kerbaulah, kita harus bekerja keras juga. Orang yang tidak siap kerja keras tentu akan tersingkir tahun ini.

Padahal, ’’emas’’ ini diprediksi cukup banyak. Artinya, besar kemungkinan ada banyak sekali orang yang mendapatkan penghasilan di luar dugaan dia. Jadi, kalau tekun dan pandai melihat peluang, Anda bisa mendapatkan uang lebih banyak daripada pekerjaan yang sedang ditekuni.

Bicara soal fengsui logam, logam ini ternyata bisa juga diartikan menjadi kapal dan pesawat terbang. Seperti kita tahu, jika ada logam ke air dan itu diibaratkan menjadi pesawat, hal tersebut menandakan akan ada kecelakaan pesawat.

Baca juga: Tekan Mobilitas Warga Saat Libur Imlek, Polri Gandeng Influencer

Saat kita kembali melihat 2020 lalu dan membaca kaleidoskop internasional soal kecelakaan pesawat, ternyata kecelakaan pesawat terbang pada 2020 lebih banyak daripada 2019 atau tahun-tahun sebelumnya. Banyak sekali pesawat yang jatuh. Baik pesawat kargo, pesawat militer, pesawat untuk latihan, maupun helikopter.

Itu juga pernah kejadian pada 1912 saat ada logam di atas air. Saat itu kapal Titanic yang ceritanya melegenda sampai saat inilah yang tenggelam.

Selain bisa diartikan menjadi sebuah transportasi, logam mempunyai arti organ badan. Setiap elemen itu punya arti. Jantung itu elemen api, hati itu kayu, ginjal adalah air, perut adalah tanah, dan logam adalah paru-paru.

Jadi, tahun lalu, saat paru-paru dikepung air sesuai dengan shio tikus logam saat itu, akan ada sesuatu yang bermasalah dengan paru-paru. Yakni, penyakit yang melibatkan paru-paru yang kini kita kenal dengan Covid-19.

Virus itu menyerang paru-paru sampai orang susah bernapas. Dari sini kita tahu, bagaimanapun, saat ketemu dengan air, logam akan tetap jatuh karena memang masanya lebih berat daripada air. Tapi, tahun ini logam akan bertemu dengan tanah. Prediksinya, masalah paru-paru akibat Covid-19 akan membaik.

Namun, dari semua itu, peruntungan shio sebenarnya bukanlah satu-satunya hal yang bisa menentukan peruntungan seseorang. Sebab, menurut filosofi Tiongkok, keberuntungan terdiri atas tiga faktor.

Faktor pertama adalah faktor dari Yang Mahakuasa. Apa yang diciptakan pada kita tidak bisa diubah. Salah satunya waktu kita lahir. Pukul berapa, hari apa, bulan apa, tahun berapa, etnis apa. Jadi, kalau bicara soal horoskop, ini adalah pemberian Tuhan. Kita tidak bisa mengganti.

Tapi, ada faktor fengsui yang bisa diubah. Kita bisa memanipulasinya. Misalnya, menerapkan fengsui pada rumah, gedung, kota, dan lain-lain.

Selain itu, usaha, doa, dan bekerja menjadi hal lain yang bisa menentukan keberuntungan seseorang. Dengan demikian, prediksi shio bukanlah satu-satunya yang menentukan nasib ke depan.

Misalnya, tahun ini shio kita dikatakan tidak beruntung. Itu sebenarnya hanya prediksi sepertiganya. Masih bisa diubah dengan usaha.

*) Dr Ir MAURO RAHARDJO MSc MArch, Arsitek dan Master Fengsui

**) Disarikan dari wawancara dengan wartawan Jawa Pos Mariyama Dina

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=crOqVbgo9TY

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore