
Photo
Pertemuan-pertemuan berakhir buntu, sebagian mungkin karena solidaritas sesama budayawan. Hal itu membuat beberapa anggota yang kritis akhirnya memutuskan keluar.
Perlu desakan masyarakat, termasuk kepada institusi-institusi otoritatif, untuk mengakhiri kekerasan seksual ini. Akademi Swedia bahkan akhirnya memutuskan tindakan ekstrem tidak menganugerahkan Nobel Kesusastraan tahun lalu. Itu dilakukan untuk membereskan dan mendefinisikan ulang peran-perannya sebagai institusi.
Kita juga bisa belajar dari tindakan Gereja Katolik beberapa hari terakhir. Rumor tentang perbudakan seks atas para biarawati sudah menjadi konsumsi publik bertahun-tahun lamanya. Bisa dibayangkan betapa sulitnya para biarawati bicara tentang hal ini, sebagaimana sulitnya bagi Gereja Katolik membuka kenyataan tersebut. Ini tak hanya menyangkut reputasi lembaga, tapi bahkan kesuciannya.
Meskipun begitu, Paus Fransiskus akhirnya berdiri di depan dan secara terbuka mengakui masalah ini. Itu langkah yang sangat besar bagi Gereja Katolik dan lebih besar bagi para korban serta penyintas secara umum.
Maka melihat apa yang dilakukan rektorat UGM atas kasus Agni, saya anggap sebagai kemunduran, terutama jika melihat tren yang sangat baik di belahan dunia lain. Ketika institusi-institusi berusaha berdiri bersama para korban dan penyintas, UGM justru memberikan insentif buruk bagi pelaku. UGM terkesan menyembunyikan sampah di bawah permadani indah, memastikan kampus sebagai tempat damai dengan segala perdamaiannya.
Jika kamu mahasiswa dan memukuli adik angkatanmu hingga babak belur, jangan khawatir, rektorat mungkin akan mengusahakan perdamaian. Jika kamu dilecehkan atau diperkosa, sebaiknya kamu diam tak bersuara. Hal-hal seperti inikah yang ingin dibangun UGM atau mungkin kampus-kampus lain di Indonesia?
"Benar," kata Paus Fransiskus, "Ada pastor dan uskup yang melakukannya." Sikap demikianlah yang seharusnya ditiru Rektorat UGM, sebab mengatakan kebenaran mestinya menjadi darah daging di lembaga intelektual semacam universitas. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
