
Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto disarankan memilih Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono di Pilpres 2019 mendatang.
JawaPos.com - Ijtima ulama yang digagas oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) mengusulkan nama Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Aljufri dan Ustad Abdul Somad sebagai cawapres. Kedua nama itu nantinya akan disandingkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Menanggapi rekomendasi itu, Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, rekomendasi GNPF Ulama tidak realistis. Ketika Prabowo memilih Abdul Somad misalnya, maka bukan tidak mungkin akan terganjal syarat ambang batas presiden.
"Ini rekomendasi tidak realistis. Pertama, jika mau menduetkan Prabowo dan Somad tentu harus berdarah-darah menggenapi 20 persen ambang batas presiden karena suara Gerindra saja tidak cukup. Sementara PKS atau PAN tak mungkin begitu saja memberikan karpet merah posisi cawapres kepada Somad," kata Adi kepada JawaPos.com, Minggu (29/7).
Begitu pula dengan rekomendasi duet Prabowo dan Habib Salim. Adi menyebut opsi ini akan membuat Prabowo kesulitan merebut kursi orang nomor satu Indonesia itu.
Adi pun menyiapkan opsi duet yang dinilai jauh lebih menarik untuk mengalahkan Jokowi. Misalnya saja, parpol koalisi penantang mantan wali kota Surakarta itu memberikan tiket rekomendasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Opsi Anies-AHY jauh realistis, mengingat Prabowo siap legawa tak nyapres kalau ada figur lebih baik dan didukung oleh parpol koalisi," ungkapnya.
Terkait modal suara dari kalangan pemilih Islam, Adi menyebut tak seharusnya kubu penantang Jokowi itu mengambil figur tersebut. Pasalnya, kubu Jokowi tentunya telah bisa menetralisasi.
Misalnya saja, di kubu Jokowi ada nama-nama seperti Mahfud MD, Din Syamsuddin, Ma'ruf Amin, sampai Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. Mereka telah mewakili tokoh-tokoh Islam dari kalangan NU dan Muhammadiyah.
"Kalau mau mengalahkan Jokowi, tak bisa melulu hanya menggunakan sentimen Islam. Harus dibaluri dengan nuansa nasionalis yang lebih kentara seperti AHY. Sementara Anies lebih merepresentasikan kekuatan Islam masa kini dibandingkan Prabowo," pungkasnya.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
