
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas pertama partai berlambang kepala banteng pada 2020 tersebut ber
JawaPos.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menilai pernyataannya soal kenaikan harga minyak goreng (migor) dan ajakan untuk mengubah pola masak sudah dipolitisasi. Dia merasa sengaja dibenturkan dengan para ibu rumah tangga.
Megawati menyatakan, dirinya bicara soal kenaikan harga migor justru karena terenyuh setelah mengetahui banyak ibu rumah tangga yang antre membeli minyak goreng sejak subuh. Melihat fenomena itu, Mega berusaha memberikan arahan kepada para ibu terkait pola memasak agar tidak bergantung pada minyak goreng. Sebab, banyak metode memasak yang bisa dilakukan.
"Nanti ada lagi yang bilang, oh Bu Mega bilang nggak boleh memasak dengan minyak goreng. No (bukan, Red)," terang Megawati saat memberikan sambutan secara daring dalam acara Demo Masak tanpa Minyak Goreng di Sekolah Partai DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, kemarin (28/3).
Megawati meminta agar pernyataannya tidak dipotong-potong. Jika dipotong-potong, maksud perkataan itu tidak akan tersampaikan. Bahkan bisa menyimpang dari makna pernyataan tersebut. Dia merasa sedih saat mengetahui pernyataannya dipolitisasi. Seolah-olah dia tidak berempati dengan kondisi yang dialami masyarakat. "Saya sedihnya kok dipro-kontra sama ibu-ibu," ucapnya.
Padahal, dia berusaha memberikan arahan terkait memasak tanpa minyak goreng. Yakni, bisa dengan merebus dan mengukus makanan. Telur, misalnya. Menurut dia, telur tidak hanya digoreng, tapi bisa juga dikukus dan direbus.
Megawati bahkan menjelaskan pengalamannya sebagai ibu rumah tangga yang harus menyediakan makanan bergizi buat anak-anaknya. Misalnya, bagaimana menyajikan dan membagikan potongan ayam dan ikan untuk keluarga. "Itu tergantung kreativitas kita memasak untuk keluarga," paparnya.
Photo
KURANGI KOLESTEROL: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (tiga dari kanan) mengikuti acara Demo Memasak tanpa Minyak Goreng di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, kemarin (28/3). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto hadir secara langsung bersama para pengurus DPP PDIP. Dalam kesempatan tersebut, Hasto unjuk kebolehan menggunakan peralatan masak untuk mengolah kelapa menjadi minyak kelentik. "Untuk mengurangi goreng-gorengan di politik, sebaiknya kita menggoreng santan untuk menjadi minyak yang berguna bagi kebutuhan rakyat," selorohnya sambil mengaduk adonan.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
