
Ilustrasi: Bendera PAN
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Bara Hasibuan mengomentari tiga kader partai berlogo matahari ini memilih nonaktif. Menurut Bara, walaupun tiga orang nonakatif. PAN masih tetap solid dan tidak terganggu. Bahkan tidak terganggu adanya kader-kader yang menonaktifkan dirinya tersebut.
"Internal PAN ini tetap solid, tidak ada efeknya terhadap internal partai sendiri. Memang ada bendahara umum PAN yang mundur dan beberapa pengurus, tapi itu saya pikir partai tetap solid," ujar Bara Hasibuan saat dihubungi, Jumat (28/12).
Bara juga membantah tiga kader tersebut memilih nonaktif bukan adanya perbedaan pandangan di Pilpres. Melainkan karena adanya persoalan internal di dalam partai berlogo matahari ini. Tetapi lebih kepada keinginan pribadi saja.
"Terkait masalah internal manajemen partai saja," katanya.
Adanya penonaktifan ini menurut Bara akan dijadikan masukan untuk memperbaiki manajemen partai yang dikepalai oleh Zulkifli Hasan lebih baik ke depannya.
"Itu bagian dari masukan kita tentu kita kan bagian dari input dan menjelang pemilu ini saya pikir sesuatu yang harus kita sikapi secara bijak," pungkasnya.
Sebelumnya ada tiga kader PAN yang memilih nonaktif, meninggalkan jabatannya dan juga mundur. Pertama adalah Nasurllah yang mengundurkan diri menjadi Bendahara Umum PAN. Pengunduran diri itu terungkap dari surat Nasrullah kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang tersebar di kalangan wartawan.
Kemudian kedua adalah, Putra Jaya Husen yang memilih menonaktifkan dirinya dalam segala kegiatan PAN. Termasuk juga dari jabatannya sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan PAN.
Alasan ia memilih nonaktif dari partai yang diketuai Zulkifli Hasan karena adanya perbedaan pandangan dengan beberapa elite di PAN. Perbedaan itu mengenai cara pengelolaan partai.
Ketiga adalah, Ketua Badan Cyber dan Multimedia Partai Amanat Nasional (PAN), Agung Mozin memutuskan mundur menjadi kader partai berlogo matahari ini.
Agung beralasan keluarnya dari PAN karena ada perbedaan pendapat dengan ketua umumnya Zulkifli Hasan. Dalam mengelola partai seharusnya merujuk kepada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Sehingga itu menjadi suatu pedoman dalam berpartai.
Agung menceritakan perbedaan pandangannya dengan ketua umumnya Zulkifli Hasan. Misalnya dalam Pilpres 2014 silam PAN sudah memutuskan mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Namun saat Zulkifli Hasan terpilih menjadi ketua umum, sikap PAN berubah. Ketika Jokowi-Jusuf Kalla (JK) terpilih menjadi kepala negara, PAN pun berbelok arah mendukungnya di pemerintahan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
