Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Maret 2021 | 17.48 WIB

Elite Sebut Kubu Moeldoko Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat versi KLB Sumut, Max Sopacua bersama Jubir Partai Demokrat versi KLB Sumut, Rahmad memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021). Dalam - Image

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat versi KLB Sumut, Max Sopacua bersama Jubir Partai Demokrat versi KLB Sumut, Rahmad memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021). Dalam

JawaPos.com - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat kubu AHY, Herzaky Mahendra Putra mengatakan kubu Moeldoko harus punya bukti-bukti terkait kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang. Hal ini dikatakan lantaran kubu Moeldoko menyebut Ketua Fraksi Partai Demokrat kubu AHY, yakni Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas diduga terlibat dalam kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang.

"Grombolan pelaku kudeta dan KLB (Kongres Luar Biasa-Red) ilegal, kalau memang punya bukti baru yang bisa membantu pengungkapan kasus ini kembali, segera bawa dan serahkan kepada penegak hukum terkait," ujar Herzaky saat dikonfirmasi, Jumat (26/3).

Herzaky mengatakan, kubu Moeldoko jangan hanya menebarkan fitnah ke publik namun tidak ada bukti-bukti yang disampaikannya. Sehingga hal ini menjadi aneh. "Jika memang tidak punya bukti apa-apa, jangan sibuk menebar fitnah dan hoax. Sebaiknya diam saja, daripada mengotori ruang publik dengan kata-kata yang tak bermanfaat," tegasnya.

Herzaky juga mengimbau para begal politik yang tergabung dalam gerombolan pelaku kudeta dan KLB ilegal, untuk tidak membuat narasi-narasi kosong apalagi bohong dan fitnah. "Jangan seperti yang dikatakan pepatah lama, tong kosong nyaring bunyinya. Bunyinya saja besar, tapi tak ada isinya. Berhenti mencari sensasi yang tidak penting dan hanya melempar kegaduhan di masyarakat," ungkapnya.

"Mari kita semua, menjaga iklim negeri ini tetap sejuk. Menjaga agar demokrasi di Indonesia tetap kondusif. Bersama-sama, kita selamatkan demokrasi di negeri ini," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat kubu Moeldoko, Max Sopacua mengisyaratkan adanya dugaan keterlibatan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang. "Pak Anas Urbaningrum dapat berapa, Ibas dapat berapa dan lain-lain dapat berapa itu panjang nantinya," ujar Max.

Max mengatakan masih ada pihak-pihak yang belum tersentuh hukum. Oleh sebab itu dia berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menangkap orang tersebut. Mantan pewarta ini juga menyebut, berdasarkan kesaksian dari mantan Wakil Direktur PT Keuangan Permai Group Yulianis secara gamblang menyebutkan Ibas terlibat dalam kasus mega korupsi tersebut.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore