Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Juli 2021 | 23.37 WIB

Ancaman Covid-19 Delta, Tidur Cukup Jadi Kunci Imunitas Anak

Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) memberikan imunsiasi kepada balita di Puskesmas Karawaci Baru, Kota Tangerang, Banten, JUmat (15/5/2020). Pelayanan imunisasi tersebut tetap dilakukan di tengah pandemi COVID-19 demi menjaga kesehatan anak den - Image

Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) memberikan imunsiasi kepada balita di Puskesmas Karawaci Baru, Kota Tangerang, Banten, JUmat (15/5/2020). Pelayanan imunisasi tersebut tetap dilakukan di tengah pandemi COVID-19 demi menjaga kesehatan anak den

JawaPos.com - Pandemi Covid-19 varian Delta saat ini menyerang anak-anak. Maka orang tua diminta untuk memastikan daya tahan tubuh anak agar tetap sehat. Tidur yang cukup pada anak adalah salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan anak.

Karena selain akan mendorong perkembangan emosi dan kognitif anak, tidur yang cukup akan meningkatkan imunitas, yang dibutuhkan anak saat beraktivitas di masa pandemi seperti yang sedang terjadi saat ini.

"Tidur malam harus cukup. Begitu juga dengan istirahat siang. Meskipun demikian, istirahat siang anak dapat juga disesuaikan dengan kegiatan anak," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia Jakarta, Prof. Rini Sekartini, dalam Webinar Gelato Talks Hari Anak Nasional 2021 baru-baru ini.

Rini juga mengatakan, proses tidur juga menjadi sesuatu yang bisa dipelajari dan dilatih kepada anak. Sebagai contoh, katanya, proses menyapih tidur adalah salah satu contoh latihan agar anak dapat terbiasa disiplin dengan waktu tidurnya.

"Dengan membiasakan tidur terpisah dengan orang tua, anak dilatih untuk tidak menunggu dan bergantung pada kesibukan orang tuanya," katanya.

Selain tidur yang cukup, beberapa upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak di antaranya, tetap mengupayakan anak agar tetap riang gembira. Kedua, menjaga asupan makanan yang bergizi cukup, menjaga kebersihan anak, dan terakhir memastikan agar anak tetap aktif dan berolah raga.

Ahli Kesehatan Anak lainnya dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi menggarisbawahi sejumlah persoalan yang dihadapi anak pada masa pertumbuhan. Salah satunya adalah aktivitas yang cukup bagi anak yang dapat dimulai sejak usia dini, terutama di tengah kecanggihan teknologi yang selama ini sudah begitu dekat dengan anak.

Baca Juga: Ini Sanksi Pidana Bagi Pelanggar PPKM Darurat


"Stimulasi dini itu penting. Otak bayi yang sangat plastis, termasuk bayi yang dirawat di NICU (Neonatal Intensive Care Unit), perlu dibekali stimulasi yang dilakukan secara terus-menerus dan terintegrasi,” kata dr. Tiwi, sapaannya.

Menurutnya, orang tua juga memiliki peranan penting dalam menentukan kebiasaan anak, termasuk aktivitas anak. Kreativitas orang tua akan membantu anak menjadi lebih aktif.

"Dengan hanya menonton TV atau bermainn gadget, anak tidak mendapat pembelajaran riil. Yang bekerja hanya pembelajaran visual. Persepsi tidak dapat berkembang jika anak tidak melakukan sendiri. Anak hanya bisa bagaimana menghindari jatuh saat melompat jika dia melakukannya. Tidak bisa hanya dengan menyentuh layar gadget,” jelasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore