
Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) memberikan imunsiasi kepada balita di Puskesmas Karawaci Baru, Kota Tangerang, Banten, JUmat (15/5/2020). Pelayanan imunisasi tersebut tetap dilakukan di tengah pandemi COVID-19 demi menjaga kesehatan anak den
JawaPos.com - Pandemi Covid-19 varian Delta saat ini menyerang anak-anak. Maka orang tua diminta untuk memastikan daya tahan tubuh anak agar tetap sehat. Tidur yang cukup pada anak adalah salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan anak.
Karena selain akan mendorong perkembangan emosi dan kognitif anak, tidur yang cukup akan meningkatkan imunitas, yang dibutuhkan anak saat beraktivitas di masa pandemi seperti yang sedang terjadi saat ini.
"Tidur malam harus cukup. Begitu juga dengan istirahat siang. Meskipun demikian, istirahat siang anak dapat juga disesuaikan dengan kegiatan anak," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia Jakarta, Prof. Rini Sekartini, dalam Webinar Gelato Talks Hari Anak Nasional 2021 baru-baru ini.
Rini juga mengatakan, proses tidur juga menjadi sesuatu yang bisa dipelajari dan dilatih kepada anak. Sebagai contoh, katanya, proses menyapih tidur adalah salah satu contoh latihan agar anak dapat terbiasa disiplin dengan waktu tidurnya.
"Dengan membiasakan tidur terpisah dengan orang tua, anak dilatih untuk tidak menunggu dan bergantung pada kesibukan orang tuanya," katanya.
Selain tidur yang cukup, beberapa upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak di antaranya, tetap mengupayakan anak agar tetap riang gembira. Kedua, menjaga asupan makanan yang bergizi cukup, menjaga kebersihan anak, dan terakhir memastikan agar anak tetap aktif dan berolah raga.
Ahli Kesehatan Anak lainnya dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi menggarisbawahi sejumlah persoalan yang dihadapi anak pada masa pertumbuhan. Salah satunya adalah aktivitas yang cukup bagi anak yang dapat dimulai sejak usia dini, terutama di tengah kecanggihan teknologi yang selama ini sudah begitu dekat dengan anak.
"Stimulasi dini itu penting. Otak bayi yang sangat plastis, termasuk bayi yang dirawat di NICU (Neonatal Intensive Care Unit), perlu dibekali stimulasi yang dilakukan secara terus-menerus dan terintegrasi,” kata dr. Tiwi, sapaannya.
Menurutnya, orang tua juga memiliki peranan penting dalam menentukan kebiasaan anak, termasuk aktivitas anak. Kreativitas orang tua akan membantu anak menjadi lebih aktif.
"Dengan hanya menonton TV atau bermainn gadget, anak tidak mendapat pembelajaran riil. Yang bekerja hanya pembelajaran visual. Persepsi tidak dapat berkembang jika anak tidak melakukan sendiri. Anak hanya bisa bagaimana menghindari jatuh saat melompat jika dia melakukannya. Tidak bisa hanya dengan menyentuh layar gadget,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
