JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pilpres 2019

Soal Pesawat Kepresidenan, Fadli Zon Tegas Bilang Begini

24 September 2018, 17:45:29 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Fadli zon
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon akan melakukan protes keras jika sampai pesawat kepresidenan digunakan untuk kampanye. (jpnn/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Kampanye pemilihan presiden (pilpres) 2019 telah dimulai. Isu pengguna fasilitas negara menjadi hal yang selalu dipersoalkan setiap periodenya. Salah satunya penggunaan pesawat kepresidenan.   

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak menggunakan pesawat kepresidenan untuk kampanye Pilpres 2019. 

Menurut Fadli, di negara mana pun pesawat kepresidenan digunakan untuk menjalankan tugas sebagai presiden. Bukan untuk berkampanye. Apalagi berkampanye bukan berarti menjalankan tugas sebagai presiden.

"Dia adalah capres, jadi tidak boleh dia menggunakan pesawat kepresidenan. Jelas itu," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/9).

Menurut Fadli, petahana tidak boleh berkampanye menggunakan fasilitas negara termasuk pesawat kepresidenan. Kalau pengamanan melekat itu tidak masalah dan wajar saja. 

"Sebab, pengamanan tidak bisa dipisahkan dari diri seorang presiden. Tapi kalau pesawat kan bisa dipisahkan. Dia bisa carter pesawat lain, bisa menggunakan pesawat komersial," jelasnya.

Menurut anak buah Prabowo itu, kalau pesawat kepresidenan mulai dari burung besinya hingga avtur dan lainnya itu dibiayai negara. "Jadi tidak bisa digunakan untuk berkampanye," jelas Fadli.

Fadli juga memastikan, Partai Gerindra akan protes jika Jokowi menggunakan pesawat kepresidenan untuk berkampanye. "Kalau saya pasti protes. Saya akan layangkan protes, itu tidak wajar. Di seluruh dunia juga," ungkap Fadli.

Sebab menurutnya, kalau menggunakan pesawat kepresidenan untuk berkampanye itu jelas salah. Tapi, kalau tugas sebagai presiden tidak ada masalah. "Kan ketika dia kampanye dia harus menyatakan bahwa dia akan kampanye dan berdiri sebagai capres. Bukan presiden," tambahnya. 

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up