
Ketua Umum PDIP Megawati ditemani Ketua Nonaktif DPP PDIP Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani saat membuka rapat koordinasi bidang politik dan keamanan PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (3/5).
JawaPos.com - Pengamat politik Hendri Satrio menilai ada maksud khusus dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menugaskan putrinya Puan Maharani untuk menjalin komunikasi dengan partai politik lain jelang Pemilu 2024.
Hendri meyakini, mandat penting yang diberikan Megawati itu adalah pesan tersirat agar Puan mempersiapkan diri untuk diusung sebagai calon presiden dari PDI-P pada 2024 mendatang.
Perintah ketum itu, menurut Hendri sebagai sinyal kuat untuk 2024. Sebab dari sekian banyak calon potensial yang ada di PDI-P saat ini, Puan lah yang dinilai paling layak diusung di pilpres mendatang.
“Apalagi, Sekjen PDI-P sudah menyatakan bahwa capres yang dimiliki PDI-P harus memiliki garis ideologi yang jelas dan tegas sesuai dengan amanat yang dikeluarkan oleh semangat , visi, dan misi PDI-P,” kata Hendri, Rabu (20/7).
Hendri juga mengatakan, sejak awal Megawati memang sudah menyiapkan Puan untuk menjadi penerus ibunya. Puan dipupuk karir politiknya oleh Megawati, mulai darimenjabat anggota DPR, menjadi Ketua Fraksi PDI-P di DPR, Menteri Kooridinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, hingga Ketua DPR.
Karena itu, dengan menugaskan Puan membuka komunikasi ke parpol lain, Megawati dinilai hendak menunjukkan bagaimana kualitas Puan yang kini sudah semakin matang.
“Menurut saya semakin kita bicara langsung dengan puan Maharani semakin kentara kualitas yang dimiliki oleh beliau,” kata pengamat politik dari Universitas Paramadina ini.
Hendri juga menuturkan, yang dilakukan Puan bukan sekedar upaya komunikasi atau lobi-lobi, tapi juga mempertontonkan jati diri asli PDI-P ke masyarakat melalui parpol lain.
“Semangat demokrasi yang dipupuk PDI-P bisa ditularkan ke partai politik lain melalui sosok puan,” ujarnya.
Hendri pun menilai akan sangat menarik melihat Puan membangun komunikasi dengan partai oposisi seperti Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera.
Karena itu, Pendiri lembaga survei Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) ini meyakini Puan bisa membuka komunikasi dengan partai oposisi secara cemerlang.
Sebab, Puan juga pernah punya pengalaman memimpin Fraksi PDI-P di DPR sebagai oposisi saat Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono berkuasa.
“Tentunya PDI-P pernah menjadi oposisi sehingga tak akan sulit komunikasi Mbak Puan dengan Demokrat dan PKS,” kata Hendri.
“Sehingga akan menarik dan jadi tonggak sejarah bagi Indonesia. Sejarah Soekarno yang mempersatukan dibawa puan Maharani dalam misinya,” sambung dia.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
