Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Juli 2022 | 20.11 WIB

Mandat Politik dari Mega ke Puan, Hendri Sebut untuk Persiapan 2024

Ketua Umum PDIP Megawati ditemani Ketua Nonaktif DPP PDIP Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani saat membuka rapat koordinasi bidang politik dan keamanan PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (3/5). - Image

Ketua Umum PDIP Megawati ditemani Ketua Nonaktif DPP PDIP Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani saat membuka rapat koordinasi bidang politik dan keamanan PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (3/5).

JawaPos.com - Pengamat politik Hendri Satrio menilai ada maksud khusus dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menugaskan putrinya Puan Maharani untuk menjalin komunikasi dengan partai politik lain jelang Pemilu 2024.

Hendri meyakini, mandat penting yang diberikan Megawati itu adalah pesan tersirat agar Puan mempersiapkan diri untuk diusung sebagai calon presiden dari PDI-P pada 2024 mendatang.

Perintah ketum itu, menurut Hendri sebagai sinyal kuat untuk 2024. Sebab dari sekian banyak calon potensial yang ada di PDI-P saat ini, Puan lah yang dinilai paling layak diusung di pilpres mendatang.

“Apalagi, Sekjen PDI-P sudah menyatakan bahwa capres yang dimiliki PDI-P harus memiliki garis ideologi yang jelas dan tegas sesuai dengan amanat yang dikeluarkan oleh semangat , visi, dan misi PDI-P,” kata Hendri, Rabu (20/7).

Hendri juga mengatakan, sejak awal Megawati memang sudah menyiapkan Puan untuk menjadi penerus ibunya. Puan dipupuk karir politiknya oleh Megawati, mulai darimenjabat anggota DPR, menjadi Ketua Fraksi PDI-P di DPR, Menteri Kooridinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, hingga Ketua DPR.

Karena itu, dengan menugaskan Puan membuka komunikasi ke parpol lain, Megawati dinilai hendak menunjukkan bagaimana kualitas Puan yang kini sudah semakin matang.

“Menurut saya semakin kita bicara langsung dengan puan Maharani semakin kentara kualitas yang dimiliki oleh beliau,” kata pengamat politik dari Universitas Paramadina ini.

Hendri juga menuturkan, yang dilakukan Puan bukan sekedar upaya komunikasi atau lobi-lobi, tapi juga mempertontonkan jati diri asli PDI-P ke masyarakat melalui parpol lain.

“Semangat demokrasi yang dipupuk PDI-P bisa ditularkan ke partai politik lain melalui sosok puan,” ujarnya.

Hendri pun menilai akan sangat menarik melihat Puan membangun komunikasi dengan partai oposisi seperti Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera.

Karena itu, Pendiri lembaga survei Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) ini meyakini Puan bisa membuka komunikasi dengan partai oposisi secara cemerlang.

Sebab, Puan juga pernah punya pengalaman memimpin Fraksi PDI-P di DPR sebagai oposisi saat Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono berkuasa.

“Tentunya PDI-P pernah menjadi oposisi sehingga tak akan sulit komunikasi Mbak Puan dengan Demokrat dan PKS,” kata Hendri.

“Sehingga akan menarik dan jadi tonggak sejarah bagi Indonesia. Sejarah Soekarno yang mempersatukan dibawa puan Maharani dalam misinya,” sambung dia.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore