Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 September 2021 | 03.36 WIB

PKS Minta Luhut Hapus Pikiran Bangun Pabrik Vaksin Tiongkok

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan. Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi/Antara - Image

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan. Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi/Antara

JawaPos.com - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta pemerintah untuk mendukung penuh kegiatan riset dan produksi vaksin Merah Putih yang saat ini masuk tahap persiapan uji pra-klinis.

Sebab menurutnya, daripada memberi kesempatan asing membangun pabrik vaksin di Indonesia, sebaiknya pemerintah fokus membantu terciptanya vaksin buatan anak bangsa. Pasalnya disebutkan bahwa akan ada pembangunan pabrik vaksin asal Tiongkok pada April 2022 mendatang.

"PKS secara tegas minta Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, membuang ide untuk membangun pabrik vaksin dari Tiongkok. Untuk apa membangun pabrik vaksin Tiongkok di Indonesia kalau kita mampu membangun pabrik vaksin Merah Putih sendiri," tegas dia dalam keterangannya, Minggu (19/9).

Harusnya Indonesia fokus ke pembuatan vaksin Merah Putih sehingga jadwal produksi massal dan distribusinya sesuai jadwal. Apalagi jika vaksin tersebut dapat diproduksi lebih cepat dari waktu yang sudah ditentukan.

"Sehingga vaksin Merah Putih dapat ikut berkontribusi dalam program vaksinasi nasional yang bersifat mandatori. Artinya masyarakat dapat menerima vaksin Merah Putih gratis dibiayai APBN seperti sekarang ini," tuturnya.

Ditambahkannya, kalau pemerintah ingin inovasi anak bangsa bangkit, tidak didikte pihak asing serta pasar vaksin domestik diselamatkan dari serbuan vaksin asing, maka pilihannya adalah mendorong vaksin Merah Putih ini agar benar-benar terwujud.

"Lebih baik buang jauh-jauh ide vaksin impor selamanya atau bangun pabrik vaksin asing di Indonesia," pungkasnya.

Adapun diketahui bahwa vaksin Merah Putih merupakan produk kerjasama antara Universitas Airlangga dengan PT Biotis Pharmaceutical. Saat ini, vaksin segera merampungkan uji praklinis dan masuk uji klinis tahap 1, 2 dan 3 dan ditargetkan bulan Juli 2022 sudah bisa disuntikan.

Dengan harga di bawah USD 5 atau sekitar Rp 71.000 per dosis dan kemampuan produksi 240 juta dosis per tahun, vaksin Merah Putih diharapkan mampu memenuhi kebutuhan vaksin domestik.

Bahkan produksi bulk dan upstream yang masing-masing sebesar 1 miliar dan 3 milyar dosis per tahun, memungkinkan vaksin Merah Putih untuk ekspor menambah devisa negara.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore