
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan. Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi/Antara
JawaPos.com - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta pemerintah untuk mendukung penuh kegiatan riset dan produksi vaksin Merah Putih yang saat ini masuk tahap persiapan uji pra-klinis.
Sebab menurutnya, daripada memberi kesempatan asing membangun pabrik vaksin di Indonesia, sebaiknya pemerintah fokus membantu terciptanya vaksin buatan anak bangsa. Pasalnya disebutkan bahwa akan ada pembangunan pabrik vaksin asal Tiongkok pada April 2022 mendatang.
"PKS secara tegas minta Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, membuang ide untuk membangun pabrik vaksin dari Tiongkok. Untuk apa membangun pabrik vaksin Tiongkok di Indonesia kalau kita mampu membangun pabrik vaksin Merah Putih sendiri," tegas dia dalam keterangannya, Minggu (19/9).
Harusnya Indonesia fokus ke pembuatan vaksin Merah Putih sehingga jadwal produksi massal dan distribusinya sesuai jadwal. Apalagi jika vaksin tersebut dapat diproduksi lebih cepat dari waktu yang sudah ditentukan.
"Sehingga vaksin Merah Putih dapat ikut berkontribusi dalam program vaksinasi nasional yang bersifat mandatori. Artinya masyarakat dapat menerima vaksin Merah Putih gratis dibiayai APBN seperti sekarang ini," tuturnya.
Ditambahkannya, kalau pemerintah ingin inovasi anak bangsa bangkit, tidak didikte pihak asing serta pasar vaksin domestik diselamatkan dari serbuan vaksin asing, maka pilihannya adalah mendorong vaksin Merah Putih ini agar benar-benar terwujud.
"Lebih baik buang jauh-jauh ide vaksin impor selamanya atau bangun pabrik vaksin asing di Indonesia," pungkasnya.
Adapun diketahui bahwa vaksin Merah Putih merupakan produk kerjasama antara Universitas Airlangga dengan PT Biotis Pharmaceutical. Saat ini, vaksin segera merampungkan uji praklinis dan masuk uji klinis tahap 1, 2 dan 3 dan ditargetkan bulan Juli 2022 sudah bisa disuntikan.
Dengan harga di bawah USD 5 atau sekitar Rp 71.000 per dosis dan kemampuan produksi 240 juta dosis per tahun, vaksin Merah Putih diharapkan mampu memenuhi kebutuhan vaksin domestik.
Bahkan produksi bulk dan upstream yang masing-masing sebesar 1 miliar dan 3 milyar dosis per tahun, memungkinkan vaksin Merah Putih untuk ekspor menambah devisa negara.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
