
Cawapres nomor urut 01 Ma
JawaPos.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin meyerukan agar mulai sekarang istilah cebong dan kampret untuk dikubur saja. Menurutnya sudah waktunya dilakukan rekonsiliasi untuk membangun bangsa.
Menanggapi itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengaku sependapat dengan pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019 itu. Menurutnya, istilah cebong dan kampret memang seharusnya tak pernah ada sejak dulu.
"Kita mendukung penuh usulan kiai Ma'ruf. Bahkan dari dulu sebetulnya enggak boleh ada," ujar Ferdinand saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (19/4).
Ferdinand menilai, siapapun yang nanti terpilih sebagai Presiden harus didukung oleh seluruh rakyat Indonesia. Hal itu demi membangun Indonesia supaya lebih baik lagi.
"Kita menghentikan seluruh perbedaan identitas, atau perbedaan politik. Kita sama-sama menatap Indonesia lebih baik, siapa pun nanti yang terpilih sebagai Presiden," imbuhnya.
Hanya saja untuk mewujudkan rekonsiliasi itu, Ferdinand mengatakan proses penghitungan suara harus terhindar dari segala bentuk kecurangan. Sehingga rakyat akan menerima hasilnya dengan baik.
"Dengan begitu maka rekonsiliasi anak-anak bangsa semakin cepat terjadi. Jadi mari kita jaga dengan baik pemilu ini," pungkas Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat itu.
Sebelumnya, Ma'ruf Amin meminta istilah cebong dan kampret yang biasa digunakam oleh masing-masing pendukung paslon agar tidak digunakan lagi. Ia tidak mau ada pembelahaan seperti itu. Maka setelah pencoblosan selesai digelar, hal-hal seperti itu harus dihapuskan juga.
"Ya, jangan bunyi lagi. Selesai sampai kemarin. Ada cebong ada kampret kubur saja," kata Ma'ruf di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4).
Ma'ruf menjelaskan, menghilangkan pembelahan kelompok masyarakat itu bagian dari rekonsiliasi menuju ke arah yang lebih baik. Sebab jika dibiarkan, akan berdampak buruk pada pembangunan bangsa. Mengingat membangun harus dilakukan dengan persatuan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
