
Photo
JawaPos.com - Komisi III DPR RI melakukan kunjungan spesifik (kunspek) ke Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terkait kasus penembakan peserta unjuk rasa hingga meninggal dunia yang diduga dilakukan oleh aparat kepolisian.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh mengatakan, kedatangan komisi hukum ini guna mencari tahu dari masyarakat termasuk keluarga korban terkait peristiwa tersebut.
"Komisi III juga telah melakukan rapat dengan Kapolda beserta jajarannya. Setelah melihat langsung ke lapangan dan berdialog dengan warga, keluarga korban penembakan, dan Kapolda," ujar Pangeran kepada wartawan, Jumat (18/2).
Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) menuturkan ada catatan yang diberikan oleh komisi hukum ini yakni adanya dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oleh anggota polisi. Sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa dari peserta ujuk rasa tersebut.
"Komisi III tidak mengambil kesimpulan, namun ada catatan yang menjadi konsen Komisi III yaitu bahwa ada dugaan pelanggaran SOP yang dilakukan oleh anggota Polri," katanya.
Pangeran menuturkan, saat ini Komisi III DPR masih menunggu hasil forensik dan uji balistik dari Polri terkait penyelidikan di lapangan.
"Dalam waktu dekat Polda Sulawesi Tengah akan mengumumkan ke publik mengenai hasil uji forensik dan balistik dan akan menindak tegas oknum anggota Polri yang terbukti melanggar SOP sehingga mengakibatkan korban meninggal," ungkapnya.
Lebih lanjut Pangeran mengatakan, dalam rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Komisi III DPR akan meminta agar kasus penembakan terhadap demonstran ini bisa dituntaskan.
"Komisi III akan menindaklanjuti kasus ini dengan melakukan rapat kerja dengan Kapolri untuk memastikan penuntasan kasus ini berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tuturnya.
Adapun, tim Komisi III DPR RI yang melakukan kunspek ke Sulteng terdiri dari 15 orang, yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh.
Ke-15 anggota tersebut adalah Pangeran Khairul Saleh (ketua tim), Adies Kadir, Desmond Junaidi Mahesa, Ahmad Sahroni, Safaruddin, Arteria Dahlan, Supriansa, Andi Rio Padjalangi, Muhammad Syafi'i, Obon Tabroni, Eva Yuliana, Heru Widodo, Santoso, Nasir Djamil, dan Sarifuddin Suding.
Diketahui, seorang warga bernama Erfaldi meninggal dunia diduga akibat tertembak. Korban meninggal saat polisi membubarkan aksi unjuk rasa di Desa Katulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Sabtu, 12 Februari 2022 malam.
Massa saat itu tengah menggelar aksi unjuk rasa menolak kegiatan tambang emas PT Trio Kencana. Polisi juga sempat mengamankan puluhan massa terkait kasus ini.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
