Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Desember 2020 | 18.38 WIB

Diputuskan Gratis, DPR Minta Stok Vaksin Diperhatikan

Proses pemindahan kontainer berisi vaksin COVID-19 saat tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung Jawa Barat, Senin (7/12/2020). Vaksin COVID-19 produksi perusahaan farmasi Sinovac, China tersebut disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu 2-8 derajat cel - Image

Proses pemindahan kontainer berisi vaksin COVID-19 saat tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung Jawa Barat, Senin (7/12/2020). Vaksin COVID-19 produksi perusahaan farmasi Sinovac, China tersebut disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu 2-8 derajat cel

JawaPos.com - Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memutuskan vaksin Covid-19 gratis kepada seluruh rakyat Indonesia. Aziz menilai langkah yang dilakukan Presiden Jokowi tersebut sudah tepat dan sesuai dengan amanat konstitusi dalam hal jaminan kesehatan masyarakat.

“UUD 1945 Pasal 28A dan Pasal 28H menjamin bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Maka keputusan Presiden Jokowi sudah tepat dan sesuai amanat konstitusi," ujar Aziz kepada wartawan, Kamis (17/12).

Aziz mengatakan anggaran vaksin gratis harus bisa disiapkan. Sehingga yang paling berpeluang realokasi anggaran tersebut adalah anggaran infrastruktur.

“Manusia adalah infrastrukur terbaik, jadi realokasi anggaran infrastuktur adalah keputusan politik terbaik. Karena masyarakat adalah aset kelangsungan bangsa dan negara," katanya.

Menyikapi rencana teknis vaksinasi nasional, politikus Partai Golkar ini menjelaskan bahwa banyak negara yang akan memulai vaksinasi per Januari-Febuari 2021 di antaranya Amerika Serikat, Inggris, India hingga Singapura. Sehingga terlepas dari perdebatan publik, vaksinasi sudah menjadi keputusan logis untuk diterapkan.

Aziz mengharapkan ketersediaan vaksin perlu diperhatikan. Karena nantinya seluruh rakyat Indonesia bakal mendapatkan suntikan vaksi Covid-19 tersebut.

“Akan ada berbagai merek dan jenis vaksin, tidak mudah mendapatkan vaksin saat seluruh dunia sedang merebutkannya. Setiap kesempatan harus dimanfaatkan untuk stok vaksin untuk keperluan dalam negri, tentu dengan pertimbangan ilmiah. India, Amerika dan Tiongkok memiliki kemampuan produksi vaksin terbesar, maka diplomasi vaksin perlu lebih ditingkatkan lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memutuskan vaksin Covid-19 akan diberikan gratis kepada seluruh rakyat Indonesia. Hal ini dikatakan Presiden Jokowi setelah dirinya menerima banyaknya masukan dari masyarakat. Kemudian juga melakukan kalkulasi ulang.

Baca juga: Bamsoet: Jangan Beri Ruang Spekulasi Jual-Beli Vaksin Korona

"Jadi setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan setelah melakukan kalkulasi ulang, melakukan perhitungan ulang mengenai keuangan negara, dapat saya sampaikan bahwa vaksin Covid-19 untuk masyarakat adalah gratis. Sekali lagi gratis tidak dikenakan biaya sama sekali," ujar Jokowi.

Untuk itu Presiden Jokowi instruksikan dan perintahkan kepada seluruh jajaran kabinet kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan program vaksinasi pada tahun 2021.

Jokowi juga menginstruksikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk memprioritaskan dan merealokasi dari anggaran lain terkait ketersediaan dan vaksinasi secara gratis ini.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=mAqUFHaLiVU

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore